KAPPI, ARIEF AL-QADRI FAUZAN (2026) Analisis Perbandingan Hasil Rekaman Mikrotremor Berdasarkan Kondisi Peletakan Sensor MBB-2 dan TDS: Studi Kasus BMKG Stasiun Geofisika Gowa. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
H061221018-LlmrfhO7ByTaHsx1-20260819161055.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (14MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Indonesia merupakan negara dengan tingkat bahaya gempa bumi yang tinggi akibat interaksi lempeng tektonik aktif, sehingga pemahaman terhadap respons seismik lokal menjadi kebutuhan penting dalam mitigasi bencana. Metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) berbasis data mikrotremor telah banyak digunakan untuk mengkarakterisasi kondisi bawah permukaan, namun keandalannya sangat dipengaruhi oleh kualitas instrumentasi dan prosedur pengukuran, termasuk jenis sensor dan kondisi peletakannya. Tujuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik mikrotremor di wilayah BMKG Stasiun Geofisika Gowa menggunakan metode HVSR, menentukan nilai frekuensi dominan (f₀), faktor amplifikasi (A₀), dan indeks kerentanan seismik (Kg), serta membandingkan hasil parameter HVSR yang diperoleh dari sensor broadband MBB-2 dan sensor short-period TDS pada tiga variasi kondisi peletakan. Metode. Pengukuran mikrotremor dilakukan secara langsung pada enam kondisi pengukuran (GWLM 1–6) yang memvariasikan jenis sensor dan kondisi peletakan, yaitu ditanam, di atas permukaan tanah, dan di atas lapangan. Data diolah menggunakan software Geopsy melalui tahapan windowing, transformasi Fourier, smoothing, dan perhitungan rasio spektral H/V, dengan evaluasi reliabilitas berdasarkan standar SESAME (2004). Hasil. Seluruh kondisi pengukuran menghasilkan kurva HVSR yang dinyatakan reliable. Nilai f₀ berkisar antara 4,07808–4,42703 Hz, A₀ antara 0,91035–1,57783, dan Kg antara 0,1876–0,5624. Kondisi peletakan ditanam menghasilkan jumlah window terbanyak pada kedua sensor, yaitu 240 titik (MBB-2) dan 129 titik (TDS). Perbandingan antar sensor menunjukkan kesesuaian tinggi pada nilai f₀ dengan selisih maksimum 0,20373 Hz, sedangkan nilai A₀ menunjukkan selisih lebih besar hingga 0,66748. Kesimpulan. Lokasi penelitian termasuk klasifikasi tanah Jenis II Kanai dengan kategori amplifikasi dan kerentanan seismik rendah. Kedua sensor menghasilkan nilai f₀ yang konsisten, namun terdapat variasi pada nilai A₀ dan Kg sehingga konsistensi penggunaan jenis sensor direkomendasikan apabila analisis difokuskan pada nilai amplifikasi dan kerentanan seismik.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | HVSR; mikrotremor; respons seismik; kerentanan seismik; instrumentasi seismik; peletakan sensor. |
| Subjects: | Q Science > QC Physics |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Geofisika |
| Depositing User: | Unnamed user with username takdim |
| Date Deposited: | 08 Oct 2026 01:55 |
| Last Modified: | 08 Oct 2026 01:55 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59095 |
