Analisis Kandungan Metabolit Sekunder Ekstrak n-Heksana Daun Pandan Wangi (Pandanus Amaryllifolius Roxb.) serta Uji Aktivitas Antioksidan dan Antibakteri secara In Vitro dan In Silico


AMIR, SALSABILA (2026) Analisis Kandungan Metabolit Sekunder Ekstrak n-Heksana Daun Pandan Wangi (Pandanus Amaryllifolius Roxb.) serta Uji Aktivitas Antioksidan dan Antibakteri secara In Vitro dan In Silico. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of H031221052-zRXx1MAVkDOIc5sT-20260818152352.pdf] Text
H031221052-zRXx1MAVkDOIc5sT-20260818152352.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

SALSABILA AMIR. Analisis Kandungan Metabolit Sekunder Ekstrak n-Heksana Daun Pandan Wangi (Pandanus Amaryllifolius Roxb.) serta Uji Aktivitas Antioksidan dan Antibakteri secara In Vitro dan In Silico. (dibimbing oleh Rugaiyah Andi Arfah). Latar Belakang. Radikal bebas dan infeksi bakteri merupakan masalah kesehatan yang memerlukan agen antioksidan dan antibakteri alternatif dari bahan alam. Daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) diketahui mengandung metabolit sekunder yang berpotensi sebagai senyawa bioaktif. Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengekstraksi dan mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder daun P. amaryllifolius Roxb. menggunakan pelarut n-Heksana serta menentukan aktivitas antioksidan dan antibakteri secara in vitro dan in silico. Metode. Penelitian meliputi ekstraksi maserasi menggunakan pelarut n-Heksana, analisis gugus fungsi dengan FTIR, identifikasi senyawa dengan LC-MS, uji aktivitas antioksidan metode DPPH, uji aktivitas antibakteri metode difusi cakram, serta analisis molecular docking in silico. Hasil. Ekstrak n-Heksana menghasilkan rendemen sebesar 3,06 %. Analisis LC-MS mengidentifikasi senyawa golongan flavonoid, fenolik, alkaloid, steroid, dan terpenoid. Aktivitas antioksidan menunjukkan persen inhibisi tertinggi sebesar 55,57±1,87% pada konsentrasi 160 mg/L dengan nilai IC₅₀ sebesar 137,14±4,12 mg/L. Aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus sebesar 11,20±0,36 hingga 16,37±0,32 mm dan Escherichia coli sebesar 12,5±0,15 hingga 19,50±0,30 mm. Analisis in silico terhadap senyawa 5-hydroxy-7-methoxy-2-(4-methoxyphenyl)chromen-4-one menunjukkan afinitas ikatan lebih kuat dibandingkan ligan pembanding, yaitu terhadap protein target antioksidan ΔG = −6,1 kkal/mol dan Ki = 34 µM dengan residu asam amino Ser25 dan Ser105, protein target antibakteri S. aureus ΔG = −7,9 kkal/mol dan Ki = 1,6 µM dengan residu asam amino Thr265, serta protein target antibakteri E. coli ΔG = −8,2 kkal/mol dan Ki = 0,96 µM dengan residu asam amino Arg136. Kesimpulan. Ekstrak n-Heksana daun P. amaryllifolius Roxb. berpotensi sebagai sumber agen antioksidan dan antibakteri alami. Kata kunci: antibakteri; antioksidan; ekstrak n-Heksana; Pandanus amaryllifolius Roxb.; metabolit sekunder; molecular docking.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: antibakteri; antioksidan; ekstrak n-Heksana; Pandanus amaryllifolius Roxb.; metabolit sekunder; molecular docking.
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Divisions (Program Studi): Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Kimia
Depositing User: Unnamed user with username takdim
Date Deposited: 08 Oct 2026 01:49
Last Modified: 08 Oct 2026 01:49
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59092

Actions (login required)

View Item
View Item