PEMATAHAN DORMANSI BENIH PADI (Oryza Sativa L.) VARIETAS INPARI 49 MENGGUNAKAN METODE OSMOPRIMING = Breaking the Dormancy of Rice Seeds (Oryza Sativa L.) Inpari 49 Variety Using the Osmopriming Method


WASHLIYAH, ANDI MISRAH (2026) PEMATAHAN DORMANSI BENIH PADI (Oryza Sativa L.) VARIETAS INPARI 49 MENGGUNAKAN METODE OSMOPRIMING = Breaking the Dormancy of Rice Seeds (Oryza Sativa L.) Inpari 49 Variety Using the Osmopriming Method. D4 thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of FULL] Text (FULL)
V026221020-xu0Zyeh8NX4dlQkC-20260716204937.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract (Abstrak)

benih padi (Oryza sativa L.) varietas Inpari 49 sering mengalami dormansi pascapanen, yaitu kondisi benih yang masih hidup namun belum mampu berkecambah meskipun berada pada lingkungan yang mendukung. Kondisi ini menjadi salah satu kendala dalam penyediaan benih bersertifikat di Indonesia, yang hingga saat ini baru mampu memenuhi sekitar 25% dari kebutuhan nasional. Dormansi pada benih padi dipengaruhi oleh faktor fisik seperti kulit benih yang keras, serta faktor fisiologis seperti rendahnya kadar giberelin (GA) dan tingginya asam absisat (ABA). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan konsentrasi GA3 dan CaCl2 dengan perendaman 24 jam dan 48 jam terhadap pematahan dormansi pada benih padi varietas Inpari 49. Metode Penelitian ini di susun menggunakan Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor perlakuan yaitu konsentrasi larutan GA3 dan CaCl2 dengan 9 taraf perlakuan. Perlakuan dilakukan dengan lama waktu perendaman yang ditetapkan sama untuk seluruh perlakuan yaitu selama 24 jam dan 48 jam. Pengujian dilakukan dengan metode uji diatas kertas buram/CD, dengan parameter pengamatan meliputi persentase daya berkecambah, potensi tumbuh maksimum, kecepatan tumbuh benih, intensitas dormansi, dan persistensi dormansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh parameter dipengaruhi secara nyata oleh perlakuan osmopriming, dengan p1/48J memberikan hasil terbaik: daya berkecambah 93,75%, potensi tumbuh maksimum 97,75%, intensitas dormansi terendah 2,25%, dan kecepatan tumbuh 92,00%. Kontrol tanpa osmopriming memerlukan waktu 5 minggu untuk mencapai kriteria kecambah normal lebih dari 80%, sedangkan perlakuan 48 jam hanya 4 minggu. Hal ini menunjukkan bahwa kombinasi GA₃ dan CaCl₂ dengan lama perendaman 48 jam lebih efektif mematahkan dormansi benih padi Inpari 49 dibandingkan durasi 24 jam maupun tanpa perlakuan. Kesimpulan Perlakuan konsentrasi GA₃ dan CaCl₂ serta lama perendaman berpengaruh nyata terhadap pematahan dormansi benih padi (Oryza sativa L.) varietas Inpari 49. Perlakuan terbaik diperoleh pada perendaman p1 menggunakan GA₃ konsentrasi 0,25 ppm selama 48 jam, yang menghasilkan peningkatan daya berkecambah, potensi tumbuh maksimum, dan kecepatan tumbuh serta penurunan intensitas dormansi benih.

Item Type: Thesis (D4)
Uncontrolled Keywords: Asam Giberelat (GA3), Benih Padi, Dormansi Benih, Inpari 49, Kalsium Klorida (CaCl2), Osmopriming.
Subjects: S Agriculture > SB Plant culture
Divisions (Program Studi): Fakultas Vokasi > Teknologi Produksi Tanaman Pangan
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 08 Oct 2026 00:01
Last Modified: 08 Oct 2026 00:01
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59064

Actions (login required)

View Item
View Item