Pemodelan Potensi Dan Studi Asesmen Penjalaran Gelombang Tsunami Akibat Gempabumi Tsunamigenik Pada Tolo Thrust, Sulawesi Tenggara


AMIN, MUHAMMAD (2026) Pemodelan Potensi Dan Studi Asesmen Penjalaran Gelombang Tsunami Akibat Gempabumi Tsunamigenik Pada Tolo Thrust, Sulawesi Tenggara. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of H042241002-VRNopSrT4UGDiLXe-20260819145209.pdf] Text
H042241002-VRNopSrT4UGDiLXe-20260819145209.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract (Abstrak)

MUHAMMAD AMIN. Pemodelan Potensi Dan Studi Asesmen Penjalaran Gelombang Tsunami Akibat Gempabumi Tsunamigenik Pada Tolo Thrust, Sulawesi Tenggara. (Dibimbing oleh Dr. Eng. Muhammad Alimuddin Hamzah Assegaf, M.Eng dan Dr. Muhammad Taufiq Rafie, S.Si., M.T.) Sesar Tolo (Tolo Thrust) yang terletak di kawasan Indonesia bagian timur merupakan struktur yang berpotensi membangkitkan tsunami dan dapat menghasilkan tsunami destruktif yang mengancam masyarakat pesisir di sekitar Teluk Tolo. Penelitian ini menyajikan asesmen bahaya tsunami berbasis skenario menggunakan Cornell Multi-grid Coupled Tsunami Model (COMCOT) untuk mengevaluasi pengaruh magnitudo gempa dan konfigurasi ruptur terhadap pembangkitan dan penjalaran tsunami. Sebanyak 16 skenario gempabumi dipertimbangkan, yang terdiri atas satu skenario terburuk Mw 8,0 dan 15 skenario alternatif Mw 7,5–7,8 yang merepresentasikan variasi geometri ruptur dan distribusi slip. Skenario Mw 8,0 menghasilkan amplitudo tsunami terbesar dan sebaran dampak pesisir yang paling luas, dengan tinggi gelombang maksimum mencapai 2,76 m di Pulau Menui, 2,20 m di Konawe Utara, 2,12 m di Pulau Wawonii, dan 2,05 m di Kota Kendari. Kontur waktu tiba tsunami yang dihitung dengan interval penjalaran 5 menit menunjukkan bahwa wilayah yang berada di dekat sumber, seperti Pulau Menui dan Pulau Wawonii, berpotensi mengalami kedatangan tsunami dalam waktu sekitar 1–3 menit setelah terjadinya gempabumi, sedangkan wilayah pesisir yang lebih jauh, termasuk Pulau Buru bagian selatan dan Kepulauan Sula, diperkirakan menerima gelombang pertama setelah 30–55 menit. Meskipun skenario Mw 7,5–7,8 secara umum menghasilkan amplitudo tsunami yang lebih rendah, beberapa konfigurasi ruptur menghasilkan amplifikasi gelombang secara lokal yang sebanding dengan kejadian bermagnitudo lebih besar. Hal ini menunjukkan pentingnya pengaruh arah penjalaran ruptur, geometri sesar, dan batimetri regional dalam mengontrol bahaya tsunami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak tsunami terkonsentrasi di sepanjang pesisir timur Sulawesi Tenggara serta di sekitar Pulau Menui dan Pulau Wawonii, sementara konfigurasi Teluk Tolo yang semi-tertutup berperan penting dalam memfokuskan energi tsunami. Temuan ini memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan sistem peringatan dini tsunami, perencanaan evakuasi, dan strategi mitigasi risiko pesisir di wilayah Sulawesi Tenggara dan komunitas kepulauan di sekitarnya.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Tolo Thrust, Banda Sea, Tsunami modeling, Tsunami hazard, Southeast Sulawesi
Subjects: Q Science > QC Physics
Divisions (Program Studi): Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Geofisika
Depositing User: Unnamed user with username takdim
Date Deposited: 07 Oct 2026 08:36
Last Modified: 07 Oct 2026 08:36
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59055

Actions (login required)

View Item
View Item