PENGARUH PEMBERIAN BIOSLURRY KOMBINASI KOTORAN AYAM dan SAPI TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN POLIKULTUR PAKAN ALAMI


RISKAYANA, SRI ALISKA (2026) PENGARUH PEMBERIAN BIOSLURRY KOMBINASI KOTORAN AYAM dan SAPI TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN POLIKULTUR PAKAN ALAMI. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of H041221044-3AP0shf6vWHzpN54-20260819153855.pdf] Text
H041221044-3AP0shf6vWHzpN54-20260819153855.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

SRI ALISKA RISKAYANA. Pengaruh Pemberian Bioslurry Kombinasi Kotoran Ayam dan Sapi Terhadap Laju Pertumbuhan Polikultur Pakan Alami (dibimbing oleh Prof. Dr. Ambeng, M.Si). Latar belakang: Ketersediaan pakan alami yang berkelanjutan merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang keberhasilan budidaya perikanan. Bioslurry kombinasi kotoran ayam dan sapi berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber nutrien alternatif dalam kultur mikroalga karena mengandung unsur hara nitrogen (N) dan fosfor (P) yang dibutuhkan untuk pertumbuhan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian bioslurry kombinasi kotoran ayam dan sapi terhadap laju pertumbuhan spesifik (SGR) Chlorella sp. dan Tetraselmis sp. dalam sistem polikultur serta menentukan konsentrasi bioslurry yang paling optimal. Metode: Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu media Walne 1 mL/L sebagai kontrol positif, bioslurry dengan konsentrasi 3,5 mL/L (A), 5,5 mL/L (B), dan 7,5 mL/L (C), masing-masing dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati adalah laju pertumbuhan spesifik (SGR) Chlorella sp. dan Tetraselmis sp. dalam sistem polikultur selama tujuh hari pemeliharaan. Data dianalisis menggunakan One-Way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) dan uji Mann-Whitney. Hasil: Pemberian bioslurry kombinasi kotoran ayam dan sapi berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan spesifik (SGR) Chlorella sp. pada hari ke-5 dan ke-6 serta Tetraselmis sp. pada hari ke-1, ke-3, ke-4, dan ke-7 (p<0,05). Perlakuan bioslurry dengan konsentrasi 7,5 mL/L (C) merupakan perlakuan paling optimal dalam meningkatkan SGR Chlorella sp., sedangkan konsentrasi 3,5 mL/L (A) merupakan perlakuan paling optimal untuk Tetraselmis sp.. Kesimpulan: Bioslurry kombinasi kotoran ayam dan sapi berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber nutrien alternatif untuk mendukung pertumbuhan mikroalga dalam sistem polikultur.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: bioslurry; kultur mikroalga; polikultur; laju pertumbuhan spesifik; nutrien alternatif.
Subjects: Q Science > QH Natural history
Divisions (Program Studi): Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Biologi
Depositing User: Unnamed user with username takdim
Date Deposited: 07 Oct 2026 08:32
Last Modified: 07 Oct 2026 08:32
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59052

Actions (login required)

View Item
View Item