ANALISIS DISTRIBUSI PROBABILISTIK PEAK GROUND ACCELERATION MENGGUNAKAN METODE MONTE CARLO UNTUK KONSTRUKSI PETA BAHAYA GEMPABUMI DI SULAWESI SELATAN


RAHAYU, RIFKAH (2026) ANALISIS DISTRIBUSI PROBABILISTIK PEAK GROUND ACCELERATION MENGGUNAKAN METODE MONTE CARLO UNTUK KONSTRUKSI PETA BAHAYA GEMPABUMI DI SULAWESI SELATAN. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of H032241003-WQd2Ar39jxoG4sYw-20260807103935.pdf] Text
H032241003-WQd2Ar39jxoG4sYw-20260807103935.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Sulawesi Selatan merupakan wilayah dengan aktivitas seismik yang dipengaruhi oleh kondisi geologi kompleks dan keberadaan sesar aktif, sehingga diperlukan analisis bahaya gempabumi yang komprehensif. Pendekatan deterministik belum sepenuhnya mampu merepresentasikan variasi dan ketidakpastian parameter gempabumi, sehingga diperlukan pendekatan probabilistik, salah satunya melalui metode Monte Carlo. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan distribusi probabilistik PGA serta menyusun peta bahaya gempabumi menggunakan pendekatan simulasi Monte Carlo dan Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA). Metode. Data yang digunakan berupa data historis gempabumi dari katalog United States Geological Survey (USGS) periode 1900-2024 dengan magnitudo minimum 3,0 dan kedalaman maksimum 300 km. Analisis dilakukan melalui tahapan pengumpulan dan seleksi data, pemodelan distribusi probabilistik menggunakan distribusi Gutenberg-Richter untuk magnitudo, Kernel Density Estimation (KDE) untuk distribusi spasial (episenter dan hiposenter), serta distribusi Poisson untuk jumlah kejadian. Selanjutnya, dilakukan simulasi Monte Carlo untuk membangkitkan katalog gempabumi sintetis yang digunakan dalam perhitungan PGA menggunakan Ground Motion Prediction Equation (GMPE). Analisis PSHA dilakukan untuk menentukan probabilitas terlampauinya nilai PGA pada periode ulang 475 dan 2475 tahun (10% dan 2% dalam 50 tahun), serta ditinjau pada dua kondisi kelas situs, yaitu batuan dasar (SB) dan tanah sedang (SD). Hasil. Distribusi nilai PGA bersifat tidak simetris dan cenderung right-skewed, di mana sebagian besar kejadian menghasilkan nilai PGA rendah hingga sedang, namun terdapat kemungkinan kejadian ekstrem dengan nilai PGA tinggi. Peta bahaya gempabumi menunjukkan pola peningkatan nilai PGA dari wilayah selatan ke utara, dengan wilayah selatan memiliki tingkat bahaya rendah hingga sedang, wilayah tengah sebagai zona transisi, dan wilayah utara memiliki tingkat bahaya tinggi hingga sangat tinggi. Pola ini dipengaruhi oleh kondisi geologi dan keberadaan sesar aktif seperti Sesar Walanae, Sesar Naik Makassar, Sesar Palu-Koro, dan Sesar Matano. Selain itu, kelas situs tanah sedang (SD) menghasilkan nilai PGA yang lebih tinggi akibat efek amplifikasi gelombang seismik. Kesimpulan. Pendekatan Monte Carlo dalam PSHA mampu merepresentasikan distribusi probabilistik PGA dan menghasilkan peta bahaya gempabumi yang dapat digunakan sebagai salah satu dasar dalam mitigasi risiko serta perencanaan pembangunan infrastruktur tahan gempa di Sulawesi Selatan.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: bahaya gempabumi; Monte Carlo; PGA; PSHA; Sulawesi Selatan
Subjects: Q Science > QC Physics
Divisions (Program Studi): Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Fisika
Depositing User: Unnamed user with username takdim
Date Deposited: 07 Oct 2026 07:51
Last Modified: 07 Oct 2026 07:51
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59042

Actions (login required)

View Item
View Item