ALATAS, RILWANU RAHMAN (2026) OPTIMASI STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS CABAI MELALUI PENDEKATAN ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) DI KABUPATEN TOLITOLI PROVINSI SULAWESI TENGAH. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
P042241012-ludy87KJHTbAGZ4z-20260709090854.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (9MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK RILWANU RAHMAN ALATAS. Optimasi Strategi Pengembangan Agribisnis Cabai melalui Pendekatan Analytic Hierarchy Process (AHP) di Kabupaten Tolitoli Provinsi Sulawesi Tengah (dibimbing oleh Abdul Razak Munir dan Abd. Haris B.) Latar belakang: Cabai (Capsicum spp.) merupakan komoditas hortikultura strategis di Indonesia karena berpengaruh terhadap stabilitas harga pangan. Di Kabupaten Tolitoli, pengembangannya belum optimal yang ditandai oleh rendahnya produktivitas, lemahnya kelembagaan petani, ketidakstabilan pasokan, dan fluktuasi harga, sehingga diperlukan strategi pengembangan yang terintegrasi dan berbasis prioritas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal, merumuskan alternatif strategi, serta menentukan strategi prioritas pengembangan agribisnis cabai di Kabupaten Tolitoli. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-eksploratif dengan metode campuran (mixed method) yang dilaksanakan di Kecamatan Ogodeide dan Kecamatan Basidondo, Kabupaten Tolitoli, pada bulan November 2025 sampai Januari 2026. Informan kunci meliputi petani, pelaku usaha, penyuluh pertanian, dan pemangku kepentingan daerah yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan Matriks IFE - EFE, Grand Strategy, SWOT, dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil: Analisis faktor internal dan eksternal menunjukkan bahwa kekuatan utama terletak pada potensi cabai sebagai komoditas unggulan, kelemahan utama adalah tingginya serangan hama dan penyakit, peluang utama berasal dari kondisi iklim dan tanah yang sesuai, ancaman utama adalah perubahan iklim yang memengaruhi musim tanam dan hasil produksi. Berdasarkan Matriks Grand Strategy, posisi pengembangan berada pada Kuadran I menunjukkan kondisi strategis kuat dan peluang pertumbuhan yang tinggi. Analisis SWOT menghasilkan tujuh alternatif strategi. Hasil AHP menunjukkan bahwa dukungan kelembagaan menjadi kriteria prioritas tertinggi dengan bobot 0,479. Strategi prioritas utama adalah pengembangan kawasan sentra cabai berbasis potensi lahan dan permintaan pasar yang meningkat dengan bobot 0,205 dan nilai consistency ratio sebesar 0,02 (CR < 0,1). Kesimpulan: Penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan kawasan sentra cabai terpadu berbasis klaster yang didukung oleh penguatan kelembagaan dan integrasi antar subsistem agribisnis merupakan strategi paling efektif untuk meningkatkan daya saing, stabilitas harga, dan keberlanjutan agribisnis cabai di Kabupaten Tolitoli.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions (Program Studi): | Program Pascasarjana > Agribisnis |
| Depositing User: | Unnamed user with username Masnah |
| Date Deposited: | 07 Oct 2026 07:39 |
| Last Modified: | 07 Oct 2026 07:39 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59038 |
