Privasi dalam Ruang Sempit: Negosiasi Ruang Kos pada Mahasiswa Rantau di Makassar = Privacy in Limited Space: The Negotiation of Boarding House Space among Migrant Students in Makassar


OKTAVIANY, NURILLAH (2026) Privasi dalam Ruang Sempit: Negosiasi Ruang Kos pada Mahasiswa Rantau di Makassar = Privacy in Limited Space: The Negotiation of Boarding House Space among Migrant Students in Makassar. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of FULL] Text (FULL)
E071221051-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Penelitian ini mengkaji bagaimana mahasiswa rantau membangun, mempertahankan, dan menegosiasikan privasi dalam kehidupan sehari-hari di hunian kos Kota Makassar. Sebagai ruang tinggal sementara yang memiliki keterbatasan fisik serta digunakan dalam lingkungan yang padat dan semi-komunal, hunian kos menjadi ruang sosial yang mempertemukan berbagai kepentingan, kebiasaan, dan latar belakang budaya penghuni. Dalam konteks tersebut, privasi tidak dipahami sebagai kondisi yang bersifat tetap, melainkan sebagai proses yang terus dibentuk melalui personalisasi ruang, interaksi sosial, serta negosiasi penggunaan ruang bersama. Penelitian ini menggunakan konsep boundary regulation (Altman, 1975), produksi ruang (Lefebvre, 1991), dan dramaturgi (Goffman, 1959) untuk memahami dinamika tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap mahasiswa rantau yang tinggal di hunian kos di Kota Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa secara aktif melakukan personalisasi ruang melalui penataan ruang, penempatan benda-benda pribadi, serta pembentukan rutinitas sehari-hari untuk menghadirkan sense of home di tengah sifat hunian yang sementara. Pemaknaan terhadap privasi juga dipengaruhi oleh pengalaman merantau dan latar belakang budaya yang berbeda, meskipun kemudian mengalami penyesuaian melalui proses adaptasi di lingkungan kos. Di sisi lain, keterbatasan ruang dan tingginya intensitas interaksi memunculkan berbagai konflik kepentingan yang berdampak pada pelanggaran terhadap batas-batas privasi, baik di ruang pribadi maupun ruang komunal. Dalam menghadapi kondisi tersebut, mahasiswa mengembangkan berbagai strategi boundary regulation melalui komunikasi, kompromi, toleransi, serta pembentukan kesepakatan tidak tertulis dalam penggunaan ruang bersama. Temuan penelitian menunjukkan bahwa batas antara ruang privat dan ruang sosial tidak bersifat tetap, melainkan terus dinegosiasikan melalui interaksi sehari-hari, aturan tidak tertulis, serta pengelolaan hubungan antarpenghuni. Dengan demikian, kamar kos tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal sementara, tetapi juga sebagai ruang sosial yang diproduksi secara dinamis melalui praktik personalisasi, konflik kepentingan, dan negosiasi privasi. Penelitian ini menegaskan bahwa privasi merupakan proses relasional yang dibentuk secara simultan oleh dimensi spasial, sosial, kultural, dan simbolik dalam kehidupan mahasiswa rantau.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: privasi, mahasiswa rantau, rumah kos, negosiasi ruang, produksi ruang, boundary regulation.
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi Sosial
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 07 Oct 2026 06:42
Last Modified: 07 Oct 2026 06:42
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59036

Actions (login required)

View Item
View Item