HALKAM, HAMKA (2026) Dinamika Perdagangan Sarang Burung Walet Indonesia dengan Tiongkok dan Pengaruhnya terhadap Perekonomian Daerah. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.
P023202016-ITC8JQ4aZ5PuDdV1-20260703210216.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Indonesia adalah produsen dan eksportir sarang burung walet terbesar di dunia, dengan Tiongkok sebagai konsumen global terbesar. Namun, Indonesia hanya mengeskpor sekitar 11% dari total produksi sarang burung waletnya ke Tiongkok setiap tahun. Tujuan: Studi ini menganalisis dinamika perdagangan sarang burung walet antara Indonesia dan Tiongkok, serta dampak ekonomi perdagangan global komoditas ini pada daerah penghasilnya. Metode: Studi ini menggunakan pendekatan mixed-methods, menggabungkan studi kasus dan grounded theory. Hasil: Dari tahun 2017 hingga 2021, Indonesia mengekspor rata-rata 1.331 ton, senilai Rp5,7 triliun, sarang burung walet setiap tahun, dengan peningkatan rata-rata tahunan 4% berdasarkan volume dan 20% berdasarkan nilai. Ekspor sarang burung walet Indonesia ke Tiongkok meningkat rata-rata 53% berdasarkan volume dan 42% berdasarkan nilai per tahun. Impor sarang burung walet Tiongkok meningkat rata-rata 71% berdasarkan volume dan 55% berdasarkan nilai setiap tahun. Indonesia menyumbang rata-rata 62% berdasarkan volume dan 69% berdasarkan nilai terhadap total impor sarang burung walet Tiongkok setiap tahun. Di pasar Tiongkok, sarang burung walet Indonesia menunjukkan nilai rata-rata revealed comparative advantage (RCA) sebesar 39,11, nilai rata-rata revealed symmetric comparative advantage (RSCA) sebesar 0,95, berada di posisi lost opportunity, dan dikategorikan sebagai komoditas yang potensial. Sedangkan di pasar internasional, menunjukkan nilai rata-rata RCA 85,24, RSCA rata-rata 0,98, berada di posisi rising star, dan dikategorikan sebagai komoditas yang optimis. Nilai ekspor menjadi faktor penentu kekuatan daya saing negara pengekspor komoditas ini. Kontribusi pajak sarang burung walet terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tolitoli sebesar 0,26% pada tahun 2022 dan sebesar 0,14% pada tahun 2023, Kabupaten Mamuju 0% pada tahun 2022 dan sebesar 0,001% pada tahun 2023, dan Kabupaten Pasangkayu sebesar 0,02% pada tahun 2022 dan tahun 2023. Kesimpulan: Sarang burung walet menjadi komoditas penting dan strategis dalam hubungan perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok. Ekspor sarang burung walet Indonesia ke Tiongkok meningkat setiap tahun dan menjadi penyumbang terbesar terhadap total impor Tiongkok untuk komoditas ini. Tiongkok memiliki daya tawar yang kuat dalam perdagangan sarang burung walet, sehingga setiap kebijakannya mempengaruhi dinamika pasar global komoditas ini. Sarang burung walet Indonesia menunjukkan daya saing yang kuat serta mengalami pertumbuhan pesat di pasar global. Namun, daya tawar Indonesia sebagai pemasok sarang burung walet ke Tiongkok berada pada posisi yang lemah. Perdagangan global sarang burung walet belum menghasilkan manfaat ekonomi yang substansial bagi perekonomian yang lebih luas di daerah penghasil komoditas ini.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Program Pascasarjana > Studi Pembangunan |
| Depositing User: | Unnamed user with username Masnah |
| Date Deposited: | 07 Oct 2026 03:51 |
| Last Modified: | 07 Oct 2026 03:51 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/59000 |
