Strategi Gastrodiplomasi Korea Selatan Dalam Mempromosikan Kuliner Dan Pariwisata Korea Di Indonesia Pada Era Pasca-Pandemi COVID-19 (2022-2024) = South Korea's Gastrodiplomacy Strategy in Promoting Korean Cuisine and Tourism in Indonesia during the Post COVID-19 Era (2022–2024)


Virgita, Feodra Augith (2026) Strategi Gastrodiplomasi Korea Selatan Dalam Mempromosikan Kuliner Dan Pariwisata Korea Di Indonesia Pada Era Pasca-Pandemi COVID-19 (2022-2024) = South Korea's Gastrodiplomacy Strategy in Promoting Korean Cuisine and Tourism in Indonesia during the Post COVID-19 Era (2022–2024). Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
E061191033-fulllk.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi gastrodiplomasi Korea Selatan dalam mempromosikan kuliner dan pariwisata Korea di Indonesia pada era pasca-pandemi COVID-19 periode 2022–2024. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya pengaruh Korean Wave di Indonesia, di mana tingkat konsumsi konten budaya Korea di Indonesia mencapai 35 persen — tertinggi di antara 26 negara yang disurvei oleh Korea Tourism Organization. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan metode studi pustaka. Kerangka konseptual yang digunakan adalah konsep soft power yang dikemukakan oleh Joseph S. Nye Jr. (2004) dan konsep gastrodiplomasi yang dikembangkan oleh Paul S. Rockower (2012), di mana nation branding dipahami sebagai dimensi yang sudah inheren dalam gastrodiplomasi itu sendiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Korea Selatan menjalankan gastrodiplomasi di Indonesia melalui empat instrumen utama yang bekerja secara terintegrasi, yaitu: peran Korean Cultural Center Indonesia (KCCI), ekspansi restoran dan pameran kuliner internasional, strategi digital dan media sosial, serta adaptasi halal melalui sertifikasi MUI. Keempat instrumen ini bekerja melalui mekanisme bertahap yang terdiri dari tiga tahapan, yaitu paparan, ketertarikan, dan tindakan, di mana kuliner berfungsi sebagai pintu masuk yang membangun ketertarikan budaya dan pariwisata sebagai tujuan akhir yang ingin dicapai. Dampak dari strategi ini terbukti signifikan, dengan jumlah wisatawan Indonesia ke Korea Selatan meningkat dari 250 ribu pada 2023 menjadi 336 ribu pada 2024, melampaui rekor sebelum pandemi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gastrodiplomasi Korea Selatan di Indonesia merupakan model soft power yang efektif dan berkelanjutan, serta memberikan pelajaran berharga bagi Indonesia dalam mengembangkan strategi gastrodiplomasinya sendiri.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: gastrodiplomasi, soft power, Korean Wave, kuliner Korea, pariwisata, pasca-pandemi COVID-19, Indonesia
Subjects: J Political Science > JZ International relations
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Hubungan Internasional
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 07 Oct 2026 02:38
Last Modified: 07 Oct 2026 02:38
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58987

Actions (login required)

View Item
View Item