Kajian Bakteri Rizosfer sebagai Biofertilizer untuk Meningkatkan Produktivitas Tanaman Jagung Hibrida (Zea mays L.) pada Lahan Masam


SYAKUR, AKHMAD (2026) Kajian Bakteri Rizosfer sebagai Biofertilizer untuk Meningkatkan Produktivitas Tanaman Jagung Hibrida (Zea mays L.) pada Lahan Masam. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of P013221025-v2QgVl7PM0DIcC9d-20260715151907.pdf] Text
P013221025-v2QgVl7PM0DIcC9d-20260715151907.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

AKHMAD SYAKUR. Kajian bakteri Rizosfer sebagai biofertilizer untuk meningkatkan produktivitas tanaman jagung hibrida (Zea mays L.) pada lahan masam (dibimbing oleh Baharuddin, Fahruddin, dan Muhammad Fuad Anshori). Latar belakang. Kemasaman tanah membatasi produktivitas jagung melalui rendahnya ketersediaan hara dan aktivitas biologis di zona perakaran. Bakteri rizosfer lokal berpotensi mendukung pertumbuhan tanaman karena berasal dari tanah masam dan memiliki fungsi penyediaan hara serta penghasil fitohormon. Tujuan. Penelitian ini bertujuan memperoleh isolat bakteri rizosfer lokal yang lolos skrining keamanan awal, bersifat multifungsi, serta mampu meningkatkan pertumbuhan dan produksi jagung hibrida. Metode. Penelitian dilakukan melalui isolasi serta karakterisasi morfologi dan biokimia bakteri rizosfer, meliputi morfologi koloni, reaksi Gram, dan aktivitas katalase; skrining keamanan awal melalui uji hipersensitivitas dan hemolisis; uji kemampuan fisiologis berdasarkan kandungan nitrogen total, pelarutan fosfat dan kalium, serta produksi asam indol-3-asetat dan asam giberelat; uji pertumbuhan awal bibit jagung; identifikasi molekuler isolat unggul berbasis sekuens gen 16S rRNA; serta pengujian produksi jagung hibrida di rumah kaca menggunakan rancangan acak kelompok faktorial yang mengombinasikan pelapisan benih dan penyemprotan bakteri. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan uji lanjut pada taraf 5%. Hasil. Isolasi menghasilkan 102 isolat awal dan 56 isolat terpilih; 50 isolat tidak memicu reaksi hipersensitif dan 20 isolat tidak menunjukkan hemolisis. TJMS19 menghasilkan nitrogen total tertinggi pada medium bebas nitrogen sebesar 0,49% dan kalium terlarut 18,77 mg L⁻¹. TJMTE54 menghasilkan fosfat terlarut dan asam indol-3-asetat tertinggi, masing-masing 14,54 dan 6,55 mg L⁻¹, sedangkan TJMS18 menghasilkan asam giberelat tertinggi sebesar 9,23 mg L⁻¹. Pada umur 14 hari, TJMTE54 menghasilkan tinggi bibit 33,97 cm, panjang akar 22,10 cm, bobot segar 1,87 g, dan bobot kering 0,24 g; TJMS19 menghasilkan nilai berturut-turut 31,21 cm, 20,13 cm, 1,78 g, dan 0,22 g. Analisis gen 16S rRNA menunjukkan bahwa TJMS19 berkerabat dekat dengan Bacillus paramycoides, sedangkan TJMTE54 berasosiasi dengan kelompok Pseudomonas. Di rumah kaca, pelapisan benih TJMS19 dan penyemprotan TJMTE54 menghasilkan tinggi tanaman 187,66 cm, letak tongkol 90,70 cm, umur berbunga betina 51,20 hari, diameter tongkol 5,15 cm, dan 32,66 biji per baris. Penyemprotan TJMTE54 juga menghasilkan kerapatan stomata 61,24 stomata mm⁻², luas bukaan stomata 0,0019 mm², dan indeks klorofil 58,80. Kombinasi sebaliknya menghasilkan panjang tongkol 16,61 cm, bobot tongkol 181,51 g, bobot 1.000 biji 333,33 g, dan bobot biji tertinggi 151,11 g/tanaman, yang tidak berbeda nyata dari kombinasi pertama sebesar 140,16 g/tanaman. Kesimpulan. TJMS19 dan TJMTE54 merupakan isolat lokal dengan karakter fungsional yang saling melengkapi dan prospektif sebagai kandidat biofertilizer untuk jagung hibrida pada lahan masam.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Uncontrolled Keywords: PGPR; solubilisasi hara; fitohormon mikroba; Bacillus paramycoides; Pseudomonas
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Pertanian > Fakultas Pertanian >
Depositing User: Unnamed user with username Masnah
Date Deposited: 07 Oct 2026 02:27
Last Modified: 07 Oct 2026 02:27
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58977

Actions (login required)

View Item
View Item