SOFYAN, SOFYAN (2026) APLIKASI KOMPOS, MIKROBA DAN PEMANGKASAN TERHADAP PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS TANAMAN KOPI ARABIKA (Coffea arabica). Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.
P013221023-dh7r5XOjClWV3gIB-20260715142316.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Abstract (Abstrak)
Produktivitas kopi Arabika pada perkebunan rakyat masih relatif rendah akibat degradasi kesuburan tanah, tingginya ketergantungan pada pupuk anorganik, pengelolaan tajuk yang belum optimal, dan rendahnya pemanfaatan mikroorganisme yang berpotensi mendukung pertumbuhan tanaman. Limbah kulit kopi sebagai sumber bahan organik serta jamur endofit akar yang berpotensi sebagai biofertilizer dan biostimulan belum dimanfaatkan secara optimal dalam sistem budidaya kopi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengkarakterisasi jamur endofit akar kopi Arabika serta mengevaluasi peran kompos limbah kulit kopi, inokulasi mikroba, naungan, dan pemangkasan dalam meningkatkan pertumbuhan, produktivitas tanaman, dan kualitas tanah. Penelitian dilaksanakan dalam tiga tahapan terintegrasi pada perkebunan kopi rakyat di Desa Bentenge, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Tahap pertama meliputi isolasi, identifikasi morfologi, pengujian produksi fitohormon (IAA dan GA₃), serta uji patogenisitas jamur endofit akar. Tahap kedua mengevaluasi pemanfaatan isolat terpilih sebagai biofertilizer dan bioaktivator kompos limbah kulit kopi serta respons pertumbuhan bibit pada berbagai dosis kompos dan tingkat naungan. Tahap ketiga mengevaluasi pengaruh aplikasi kompos, inokulan mikroba, dan pemangkasan terhadap produksi kopi dan kualitas tanah. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji lanjut pada taraf kepercayaan 95%. Sebanyak 14 isolat jamur endofit berhasil diidentifikasi dan dikelompokkan ke dalam genus Aspergillus, Trichoderma, Penicillium, dan Paecilomyces. Isolat Aspergillus 5C10BM menghasilkan IAA tertinggi sebesar 2,92 ppm, sedangkan isolat Trichoderma 11C3BM menghasilkan GA₃ tertinggi sebesar 6,41 ppm, dan seluruh isolat bersifat nonpatogen. Pada tahap pengomposan, isolat 3C10BM menghasilkan rasio C/N terendah (14,00), sedangkan isolat 14C3BM menghasilkan kandungan fosfor (0,63%) dan kalium (0,42%) tertinggi. Aplikasi kompos limbah kulit kopi yang diperkaya jamur endofit meningkatkan pertumbuhan vegetatif dan respons fisiologis bibit kopi. Pada fase produksi, integrasi kompos, inokulan mikroba, dan pemangkasan meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman serta memperbaiki kualitas tanah melalui peningkatan pH, C-organik, N-total, dan P-tersedia. Jamur endofit akar kopi Arabika berpotensi dikembangkan sebagai biofertilizer dan bioaktivator kompos melalui kemampuannya meningkatkan kualitas kompos, pertumbuhan bibit, dan efisiensi pemanfaatan hara. Integrasi kompos limbah kulit kopi, mikroba endofit, pengelolaan naungan, dan pemangkasan terbukti meningkatkan produktivitas kopi serta memperbaiki kualitas tanah. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan mikroba lokal dan bahan organik merupakan pendekatan yang efektif untuk mendukung sistem budidaya kopi Arabika yang produktif dan berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | agroekosistem; bahan organik; bioaktivator; kesuburan tanah; mikroba rizosfer |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pertanian > Fakultas Pertanian > |
| Depositing User: | Unnamed user with username Masnah |
| Date Deposited: | 07 Oct 2026 02:22 |
| Last Modified: | 07 Oct 2026 02:22 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58975 |
