Perbandingan Tingkat Dosis Diagnostik Pada Pesawat Dental Intraoral dan Panoramik


Rahmawati, Nur (2026) Perbandingan Tingkat Dosis Diagnostik Pada Pesawat Dental Intraoral dan Panoramik. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of H021191045-UpP14kj3Gay9CJmo-20260813115520.pdf] Text
H021191045-UpP14kj3Gay9CJmo-20260813115520.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Salah satu peralatan yang memanfatkan radiasi sinar-X adalah Dental Radiography yang terdiri dari beberapa jenis pemeriksaan yaitu pencitraan dental intraoral, dental panoramik. Penggunaan sinar-X yang mampu menembus organ bagian dalam tubuh harus dipertimbangakan secara optimal dan terjustifikasi sesuai kebutuhan berdasakan prinsip As Low As Reasonably Achievable (ALARA), yaitu penggunaan dosis serendah mungkin namun tetap mendapatkan kualitas citra yang baik untuk diagnosa. Adapun upaya untuk menerapkan prinsip tersebut adalah dengan penerapan konsep Diagnostic Reference Level (DRL) sebagai alat untuk mengevaluasi dan mengendalikan variasi dosis radiasi pada pemeriksaan radiografi. Di Indonesia nilai DRL ditetapkan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN). Penelitian ini bertujuan menentukan nilai Diagnostic Reference Level (DRL) berdasarkan nilai INAK untuk dental intraoral serta nilai DAP untuk dental panoramik, mengestimasi dosis efektif pada pesawat intraoral dan panoramik, dan menganalisis dosis paparan radiasi lingkungan dalam ruang di sekitar pesawat dental intraoral dan panoramik. Penelitian ini menggunakan data sekunder hasil pemeriksaan dental Intraoral 181 pasien dan dental Panoramik 70 pasien. Nilai DRL ditetapkan pada presentil ke-75 (Q3) dari nilai INAK untuk dental Intraoral sedangkan pada dental Panoramik ditetapkan pada nilai Dose Area Product (DAP). Hasil menunjukkan nilai DRL intraoral sebesar 0,706 mGy, lebih rendah dibandingkan nilai TPDI BAPETEN 1,8 mGy. Sebaliknya, DRL panoramik sebesar 134,96 mGy.cm2, lebih tinggi jika dibandingkan TPDI BAPETEN 120,0 mGy.cm2. Estimasi dosis efektif pada dental intraoral berkisar antara 0,044-0,081 μSv sedangkan pada dental panoramik berkisar antara 4,6-14,8 μSv. Pengukuran laju paparan radiasi pada kedua modalitas menunjukkan masih berada dibawah batas laju dosis yang direkomedasikan oleh BAPETEN.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Diagnostic Reference Level (DRL), Dosis Efektif, Dental Intraoral, Dental Panoramik, Tingkat Panduan Diagnostik Indonesia (TPDI).
Subjects: Q Science > QC Physics
Divisions (Program Studi): Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Fisika
Depositing User: Unnamed user with username takdim
Date Deposited: 07 Oct 2026 01:56
Last Modified: 07 Oct 2026 01:56
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58955

Actions (login required)

View Item
View Item