S, YOGI AFRIZAL. (2026) UJI BIOAKTIVITAS EKSTRAK ETANOL ALGA MERAH (Eucheuma cottonii) TERHADAP INHIBISI α-GLUKOSIDASE SEBAGAI ANTIDIABETES SECARA IN VITRO, IN VIVO, DAN IN SILICO. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
H012221008-w8sVIOiKxUjvbdFH-20260812213957.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (8MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Diabetes melitus merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai oleh hiperglikemia akibat kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Terapi konvensional, seperti insulin dan obat antidiabetes oral, masih memiliki keterbatasan karena potensi efek samping dan penggunaan jangka panjang. Oleh karena itu, pencarian sumber antidiabetes alternatif berbasis bahan alam terus dikembangkan. Alga merah Eucheuma cottonii diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi memiliki aktivitas antidiabetes. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengekstraksi dan menganalisis kandungan metabolit alga merah E. cottonii menggunakan pelarut etanol dengan metode maserasi dan sokhletasi, serta mengevaluasi aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase secara in vitro, in vivo dan in silico. Metode. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan, meliputi: 1. ekstraksi alga merah E. cottonii dengan metode maserasi dan sokhletasi menggunakan pelarut etanol; 2. karakterisasi ekstrak melalui uji fitokimia dan analisis LC-MS; 3. pengujian aktivitas antidiabetes in vitro menggunakan enzim α-glukosidase dengan substrat p-nitrofenil-α-D-glukopiranosida (PNPG); 4. uji in vivo pada mencit yang diinduksi aloksan; serta 5. Uji in silico meliputi penambatan molekul terhadap α-glukosidase dan evaluasi ADME. Hasil. Rendemen ekstrak etanol E. cottonii sebesar 2,57% dengan metode maserasi, sedangkan metode sokhletasi 9,22%. Uji fitokimia menunjukkan ekstrak maserasi mengandung alkaloid, flavonoid, dan saponin, sedangkan sokhletasi juga mengekstraksi terpenoid dan tanin karena penggunaan pemanasan dan siklus pelarut berulang yang meningkatkan efisiensi ekstraksi senyawa dengan kelarutan rendah. Nilai IC₅₀ ekstrak maserasi (2483,73 μg/mL) dan sokhletasi (930,17 μg/mL) menunjukkan aktivitas penghambatan yang lemah dibandingkan akarbosa (59,91 μg/mL), dengan sokhletasi lebih efektif daripada maserasi. Uji in vivo menunjukkan penurunan glukosa darah masing-masing sebesar 51,13%, 16,88%, 22,73%, dan 55,14% pada kelompok akarbosa dan ekstrak dosis 100, 200, dan 300 mg/kg BB. Analisis in silico menunjukkan bahwa senyawa dari database memiliki konstanta penghambatan terendah (0,13 μM), yang nilainya mendekati akarbosa (0,08 μM), sehingga berpotensi sebagai inhibitor yang kuat. Evaluasi ADME menunjukkan profil farmakokinetik yang baik. Kesimpulan. Ekstrak etanol E. cottonii berpotensi sebagai kandidat antidiabetes alami.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Subjects: | Q Science > QD Chemistry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Kimia |
| Depositing User: | Unnamed user with username takdim |
| Date Deposited: | 07 Oct 2026 02:04 |
| Last Modified: | 07 Oct 2026 02:04 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58944 |
