RISAL, DARMAWAN (2026) RESILIENSI SISTEM HEDGEROW BERBASIS KAKAO (Theobroma cacao L.) TERHADAP CEKAMAN IKLIM PADA KEBUN RAKYAT. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.
P013221021-e7OEdTa4NYkxf5vr-20260715142523.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (7MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Cekaman iklim dan degradasi tanah menjadi faktor pembatas bagi keberlanjutan produksi kakao (Theobroma cacao L.) pada kebun kakao rakyat di lahan kering. Sistem hedgerow berbasis kakao berpotensi meningkatkan resiliensi kebun, tetapi bukti empiris mengenai efektivitasnya dalam memperbaiki mikroklimat, kesuburan tanah, respons fisiologis, serta implikasinya terhadap produktivitas masih sangat terbatas. Tujuan. Penelitian ini menganalisis resiliensi sistem hedgerow berbasis kakao terhadap cekaman iklim melalui pengaruh biomassa organik, klon kakao, komposisi penaung, dan persentase tutupan naungan terhadap mikroklimat, kesuburan tanah, respons fisiologis tanaman, pertumbuhan, dan produktivitas. Metode. Penelitian dilakukan dalam tiga tahap, yaitu: 1) analisis pengaruh biomassa organik dan klon kakao unggul terhadap mikroklimat tanah, kesuburan tanah, dan pertumbuhan vegetatif pada kondisi panas ekstrem; 2) analisis pengaruh komposisi penaung tunggal dan multistrata terhadap keterkaitan tanah–daun–fisiologi serta pertumbuhan dan pembentukan buah kakao; dan 3) menilai pengaruh persentase tutupan naungan hedgerow terhadap fisiologi daun, kesuburan tanah, mikroorganisme, stok karbon, serta pertumbuhan dan produksi kakao. Hasil. Klon MCC 02 menunjukkan bahwa adaptasi iklim mikro tanah yang lebih baik dibandingkan dengan Sulawesi 2, sedangkan aplikasi biomassa daun pisang menurunkan suhu tanah 1,44 °C pada sore hari. Kombinasi MCC 02 dan biomassa daun pisang memberikan respons terbaik terhadap sifat kimia tanah, melalui peningkatan nitrogen hingga 0,19% dan kapasitas tukar kation hingga 20,7 cmol kg⁻¹. Naungan campuran multistrata, terutama yang melibatkan Gliricidia sepium, memberikan respons terbaik dalam memperbaiki mikroklimat dan kesuburan tanah, meningkatkan fungsi fisiologis daun, serta mendukung pertumbuhan vegetatif dan pembentukan buah muda. Tutupan naungan 50–75% memberikan respons paling optimal melalui peningkatan indeks klorofil total mencapai 310,2 CCI, nitrogen total tanah 0,29%, kelimpahan jamur tanah, dan stok karbon hingga 20,55 Mg C ha⁻¹, yang selanjutnya mendukung pertumbuhan vegetatif dan peningkatan berat biji hingga 457,7 g per tanaman. Kesimpulan. Resiliensi sistem hedgerow berbasis kakao pada kebun rakyat terbentuk melalui sinergi klon adaptif, input biomassa organik, penaung multistrata, dan tutupan naungan dalam memperbaiki mikroklimat, kesuburan tanah, fisiologi tanaman, stok karbon, serta mempertahankan pertumbuhan dan produksi kakao pada kondisi cekaman iklim.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pertanian > Fakultas Pertanian > |
| Depositing User: | Unnamed user with username Masnah |
| Date Deposited: | 07 Oct 2026 00:59 |
| Last Modified: | 07 Oct 2026 00:59 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58921 |
