RIDHO, MUHAMMAD AKIL (2026) KOMUNITAS BIKU: Studi Tentang Strategi Bertahan Hidup Pada Kawasan Ekologis Karst di Kabupaten Pangkep = The Biku Community: A Study of Survival Strategies in the Karst Ecological Landscape of Pangkep Regency. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
E042221001-full.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Komunitas Biku bermukim di tengah lembah gugusan karst Maros-Pangkep dan telah mendiami wilayah tersebut dalam rentang waktu yang panjang sehingga memiliki pengalaman dan strategi hidup yang terbentuk melalui interaksi terus-menerus dengan lanskap karst. Dalam kondisi ekologis yang khas dan geografis yang terbatas, perubahan iklim berdampak pada keamanan pangan, air, dan lahan. Perubahan pola curah hujan telah memicu kekeringan dan banjir serta meningkatkan degradasi lahan. Selain itu, tekanan dari luar, termasuk aktivitas yang berpotensi mengubah lingkungan, menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan hidup komunitas. Tujuan. Penelitian ini bertujuan menjelaskan strategi bertahan hidup komunitas Biku melalui pengelolaan sumber daya lingkungan, adaptasi terhadap perubahan iklim, dan hubungan komunitas dengan pihak eksternal. Metode. Penelitian menggunakan metode interdisipliner melalui pengumpulan data etnografi dan ekologi di Biku serta penelitian arsip di Balai Arsip Sulawesi Selatan, dengan teknik observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Hasil. Penelitian menunjukkan bahwa strategi pertanian Biku bertumpu pada rangkaian yang saling menyambung, yaitu 1) hutan di bagian atas dijaga karena membantu menahan dan mengatur keluarnya air, 2) permukiman menjadi tempat warga berunding, menyepakati giliran, dan mengatur kerja, 3) bedeng menjadi petak garapan di lahan miring yang membantu menahan tanah agar tidak mudah hanyut, dan 4) jaringan irigasi menjadi jalur yang membuat air bisa dialirkan ke petak-petak sawah sesuai kebutuhan. Pada adaptasi iklim, warga mengenali perubahan musim melalui penanda biotik sebagai orientasi awal sebelum keputusan kerja diambil. Perubahan iklim yang paling jelas dirasakan komunitas Biku adalah banjir yang mulai terjadi secara rutin sejak 2010 dan berlangsung hingga kini. Puncak banjir umumnya terjadi pada Januari–Februari dan berdurasi sekitar 5–8 hari, dengan karakter naik turun. Tahun 2015 disebut sebagai peristiwa paling parah ketika permukaan air naik hingga sekitar dua meter. Dalam hubungan eksternal, penelitian ini mencatat keterlibatan warga dalam penelitian arkeologi setidaknya sejak sekitar 2015. Hal lainnya adalah kekhawatiran terhadap aktivitas tambang terkait suara dan getaran yang berisiko memicu lepasnya batuan tebing dan dapat mengancam lahan warga. Kesimpulan. Strategi bertahan hidup komunitas Biku terbentuk melalui pengelolaan lanskap, pembacaan musim, dan hubungan dengan pihak luar yang dijalankan dari musim ke musim.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | lembah Biku, bentang lahan karst, strategi penghidupan, bedeng, irigasi sawah, banjir musiman |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Antropologi |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 07 Oct 2026 00:49 |
| Last Modified: | 07 Oct 2026 00:49 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58907 |
