SUPRIADIN, SUPRIADIN (2026) Tinggalan Arkeologi pada Kompleks Makam Islam Kuno Katangka di Kabupaten Gowa: Tinjauan Fikih Islam. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
F071191024-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (7MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK Supriadin “Tinggalan Arkeologi pada Kompleks Makam Islam Kuno Katangka di Kabupaten Gowa: Tinjauan Fikih Islam” dibimbing oleh Rosmawati dan Erwin Mansyur Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kajian interdisipliner antara arkeologi dan ilmu fikih dalam memahami tinggalan budaya Islam, khususnya pada situs pemakaman yang merepresentasikan perpaduan antara ajaran Islam dan budaya lokal. Kompleks Makam Islam Kuno Katangka di Kabupaten Gowa merupakan salah satu peninggalan penting dari masa Kesultanan Gowa yang menunjukkan keberadaan unsur arsitektural dan dekoratif yang diduga berkaitan dengan penerapan kaidah-kaidah fikih dalam proses pembangunannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk tinggalan arkeologi pada Kompleks Makam Islam Kuno Katangka serta mengidentifikasi wujud penerapan fikih pada kompleks makam tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian arkeologi yang meliputi tahap pengumpulan data melalui studi pustaka, survei lapangan, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dilanjutkan dengan pengolahan data menggunakan metode stylistic attribute untuk mengidentifikasi ragam bentuk arsitektural dan dekoratif makam, serta tahap interpretasi data untuk memahami penerapan prinsip-prinsip fikih pada tinggalan arkeologi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggalan arkeologi pada Kompleks Makam Islam Kuno Katangka terdiri atas unsur arsitektural berupa jirat, gunungan, dan nisan yang terdapat pada tujuh kubah makam dengan variasi bentuk dan bahan, serta unsur dekoratif yang meliputi motif flora, fauna, geometris, benda alam, benda teknologis, dan inskripsi atau kaligrafi. Berdasarkan analisis kronologis, kompleks makam ini digunakan dalam rentang waktu tahun 1871–1933 M. Penerapan fikih pada kompleks makam tersebut tercermin pada bentuk bangunan makam serta penggunaan unsur dekoratif yang selaras dengan pandangan mazhab Syafi’i yang membolehkan pembangunan makam bagi ulama, wali dan orang-orang shalih. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa Kompleks Makam Islam Kuno Katangka tidak hanya memiliki nilai arkeologis dan historis, tetapi juga merepresentasikan penerapan hukum-hukum fikih Islam dalam bentuk tinggalan budaya masyarakat Kesultanan Gowa pada masa tersebut. Kata kunci: arkeologi Islam, makam kuno, fikih Islam, mazhab Syafi’i, unsur dekoratif dan arsitektural, Kesultanan Gowa.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | P Language and Literature > PN Literature (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Budaya > Arkeologi |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 07 Oct 2026 02:03 |
| Last Modified: | 07 Oct 2026 02:03 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58902 |
