SUKMIATI, SUKMIATI (2026) Representasi Peran Gender Tradisional dan Ekspektasi Sosial dalam Little Women karya Louisa May Alcott. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
F041221067-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Peran gender dan ekspektasi sosial merupakan isu-isu sosial penting yang memengaruhi cara perempuan berpikir, berperilaku, dan mendefinisikan identitas mereka dalam masyarakat. Isu-isu ini sering digambarkan dalam karya sastra melalui tokoh-tokoh perempuan yang mengalami tekanan dan batasan yang dibentuk oleh nilai- nilai patriarki dan norma-norma budaya. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggambaran peran gender tradisional dan ekspektasi sosial dalam novel Little Women karya Louisa May Alcott serta menelaah bagaimana tokoh-tokoh perempuan merespons ekspektasi-ekspektasi tersebut. Metode. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan Little Women sebagai sumber data utama dan menerapkan teori performativitas gender Judith Butler, khususnya konsep- konsep gender sebagai tindakan yang diulang, pengulangan dan subversi, penolakan terhadap esensialisme, serta matriks heteroseksual. Hasil. Temuan menunjukkan bahwa feminitas dalam novel direpresentasikan melalui kualitas seperti kesopanan, ketaatan, keibuan, kepekaan emosional, pengorbanan diri, kesopanan, dan dedikasi terhadap kehidupan keluarga, yang diperkuat melalui ajaran keluarga dan praktik sehari-hari. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa setiap karakter perempuan merespons ekspektasi gender tradisional secara berbeda. Meg cenderung menegosiasikan feminitas tradisional melalui pernikahan dan kehidupan rumah tangga, Beth mewakili ketaatan dan pengorbanan diri, Amy menampilkan kehalusan dan disiplin diri untuk mendapatkan penerimaan sosial, sementara Jo menentang peran gender yang membatasi melalui kemandirian dan ambisinya sebagai seorang penulis. Kesimpulan. Temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa identitas gender bukanlah sesuatu yang alami atau ditentukan secara biologis, melainkan dibangun secara sosial melalui tindakan-tindakan berulang dan ekspektasi budaya. Oleh karena itu, Little Women tidak hanya mencerminkan ideologi patriarki masyarakat abad ke-19, tetapi juga menggambarkan bagaimana perempuan menegosiasikan, menginternalisasi, dan melawan ekspektasi sosial dalam proses pembentukan identitas mereka.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Subjects: | P Language and Literature > PN Literature (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Inggris |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 06 Oct 2026 06:17 |
| Last Modified: | 06 Oct 2026 06:17 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58871 |
