PERGESERAN SISTEM NAFKAH MASYARAKAT PASCA PEMBANGUNAN WADUK BILI-BILI DI KABUPATEN GOWA = SHIFT IN THE COMMUNITY'S LIVELIHOOD SYSTEM AFTER THE CONSTRUCTION OF THE BILI-BILI RESERVOIR IN GOWA REGENCY


SAFRI, SAFRI (2026) PERGESERAN SISTEM NAFKAH MASYARAKAT PASCA PEMBANGUNAN WADUK BILI-BILI DI KABUPATEN GOWA = SHIFT IN THE COMMUNITY'S LIVELIHOOD SYSTEM AFTER THE CONSTRUCTION OF THE BILI-BILI RESERVOIR IN GOWA REGENCY. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
E032231007-P0bdpmQqFxtk97Ei-20260624103214.jpg

Download (247kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
E032231007-1-2.pdf

Download (322kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
E032231007-dp.pdf

Download (86kB)
[thumbnail of FULL TEKS] Text (FULL TEKS)
E032231007-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Penelitian ini mengkaji pergeseran sistem nafkah masyarakat pasca pembangunan Waduk Bili-Bili di Kabupaten Gowa, dengan fokus pada pergeseran sistem nafkah masyarakat pasca pembangunan Waduk Bili-Bili dengan menekankan rasionalitas pilihan ekonomi dan peran modal sosial dalam proses adaptasi. menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi dan studi kasus, penelitian ini melakukan wawancara mendalam dengan 15 informan yang terdiri dari masyarkat lokal seperti nelayan, petani, buruh pasir, supir truk, petugas waduk, serta staf lurah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasionalitas pergeseran sistem nafkah dipengaruhi oleh hasil kalkulasi rasional dengan mempertimbangkan peluang ekonomi, keterampilan, serta jaringan sosial yang dimiliki. Selain itu, terdapat beberapa diversivikasi nafkah meliputi perikananan waduk, pedagan kecil, usaha kuliner, jasa, hingga migrasi. Disi lain dengan adanya modal sosial berupa kepercayaan, solidaritas sosial, dan gotong royong terbukti menjadi penopang utama dalam mengurangi kerentanan, memperkuat jaringan usaha, serta membuka akses terhadap program pemerintah. Temuan penting lainnya adalah terdapat tiga dimensi modal sosial yang menjadi penopang utama ketahanan (livelihood resilience). Dimensi bonding memperkuat solidaritas, bridging membuka peluang ekonomi, dan lingking menjembatani hubungan dengan lembaga formal. Ketiga dimensi tersebut menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktuk perlu menenmpatkan “infrastruktur sosial” sebagai dasar bagi transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Pergeseran sistem nafkah, waduk bili-bili, modal sosial, adaptasi, divesifikasi, pendekatan fenomenologi, pembangunan berkelanjutan.
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 06 Oct 2026 03:27
Last Modified: 06 Oct 2026 03:27
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58867

Actions (login required)

View Item
View Item