Gambaran Perilaku Merokok pada Siswa SMP Negeri 19 Makassar


ROMBELAYUK, EUGENIA AGNES (2025) Gambaran Perilaku Merokok pada Siswa SMP Negeri 19 Makassar. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of C011221120-Fulllll.pdf] Text
C011221120-Fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Merokok merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia, termasuk di Indonesia yang menempati peringkat ketiga dengan jumlah perokok terbanyak secara global. Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap perilaku berisiko seperti merokok, dan sebagian besar perokok dewasa diketahui memulai kebiasaan tersebut pada masa remaja. Kerentanan remaja terhadap ketergantungan nikotin berkaitan dengan proses maturasi sistem saraf yang belum sempurna, khususnya pada jalur penghargaan (reward pathway), sehingga respons terhadap efek nikotin menjadi lebih kuat dan berpotensi menimbulkan adiksi lebih dini. Tujuan. Untuk memperoleh informasi mengenai gambaran perilaku merokok pada siswa SMP Negeri 19 Makassar. Metode. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain potong lintang menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui kuesioner Skrining Perilaku Merokok pada Anak Sekolah dan Fagerström Test for Nicotine Dependence (FTND). Hasil. Dari 287 responden, 233 (81,2%) tidak pernah merokok, 33 (11,5%) pernah mencoba satu kali hisapan, 15 (5,2%) merokok sesekali, dan 6 (2,1%) merokok setiap hari. Sebagian besar perokok mengonsumsi <3 batang/hari (62,0%), menggunakan rokok filter (90,5%), mulai merokok pada usia 12–13 tahun (81,0%), dengan durasi <1 tahun (71,4%). Sebanyak 85,7% memperoleh rokok dengan membeli batangan, dan 52,4% memiliki keinginan berhenti merokok. Tingkat pengetahuan tentang rokok tergolong kurang pada mayoritas (62,4%) responden, dan 90,6% terpapar perilaku merokok. Pekerjaan orang tua terbanyak adalah karyawan swasta (31,3%) pada kelompok non perokok, dan pedagang/wirausaha pada kelompok perokok (38,0%) dengan penghasilan dominan >Rp3.000.000–4.000.000 pada kedua kelompok. Uang saku harian terbanyak ≤Rp5.000 (44,6%), dan sebagian besar responden tidak menabung (52,0%). Responden perokok yang menabung sebagian besar mengalokasikan >Rp30.000–40.000 (33,4%) untuk membeli rokok. Berdasarkan FTND, sebagian besar responden perokok memiliki tingkat ketergantungan nikotin rendah (52,4%). Kesimpulan. Mayoritas siswa SMP Negeri 19 Makassar tidak merokok, tetapi pada siswa yang merokok, sebagian besar berstatus merokok sesekali. Siswa yang merokok semuanya berjenis kelamin lakilaki, sebagian besar dalam kelompok usia remaja awal (10-13 tahun), jumlah konsumsi rokok kurang dari 3 batang per hari, menggunakan rokok filter, mulai merokok pada usia 12 atau 13 tahun, durasi merokok kurang dari 1 tahun, memperoleh rokok dengan membeli batangan atau eceran, memiliki pengetahuan yang kurang tentang rokok, terpapar perilaku merokok setidaknya di satuan pendidikan, rumah, atau lingkungan pergaulan, memiliki orang tua dengan pekerjaan karyawan swasta dan pedagang/wirausaha serta penghasilan lebih dari Rp3.000.000 hingga Rp4.000.000 per bulan, uang saku harian Rp5.000 atau kurang, menabung dan menyisihkan uang lebih dari Rp30.000 hingga Rp40.000 untuk membeli rokok, dan memiliki tingkat ketergantungan nikotin rendah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 06 Oct 2026 00:26
Last Modified: 06 Oct 2026 00:26
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58806

Actions (login required)

View Item
View Item