RIZKY, RIZKY (2026) POLICY CAPACITY PROGRAM RUMAH PERLINDUNGAN DAN TRAUMA CENTRE (RPTC) DALAM PENANGANAN TUNA SUSILA DI KOTA MAKASSAR = Policy Capacity of the Rumah Perlindungan dan Trauma Centre (RPTC) Program in Handling Prostitution in Makassar City. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
E011221075-UlkoX0FSC4trLWOa-20260715152713.jpg
Download (234kB) | Preview
E011221075-1-2.pdf
Download (823kB)
E011221075-dp.pdf
Download (52kB)
E011221075-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (11MB)
Abstract (Abstrak)
Penanganan tuna susila merupakan salah satu bentuk pelayanan kesejahteraan sosial yang memerlukan kapasitas kebijakan yang memadai agar proses rehabilitasi dapat berjalan secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Policy Capacity Program Rumah Perlindungan dan Trauma Centre (RPTC) dalam penanganan tuna susila di Kota Makassar berdasarkan dimensi Analytical Capacity, Operational Capacity, dan Political Capacity menurut Wu et al. (2017). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Informan ditentukan secara purposive, terdiri atas Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Makassar, Kepala RPTC, pekerja sosial, lembaga mitra, dan penerima manfaat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Policy Capacity Program RPTC belum sepenuhnya optimal. Kapasitas analitis menjadi kelemahan utama karena hasil assessment dan pengumpulan data belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai dasar pengembangan kebijakan berbasis bukti, termasuk penyusunan instrumen assessment dan rehabilitasi yang sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat, khususnya Pria Tuna Susila (PTS). Kondisi tersebut berdampak pada kapasitas operasional yang ditunjukkan dengan belum tersedianya rehabilitasi lanjutan bagi PTS, sedangkan rehabilitasi lanjutan bagi perempuan masih bergantung pada persyaratan lembaga rujukan dan penerima manfaat dengan HIV/AIDS dirujuk ke Yayasan Peduli Kelompok Dukungan Sebaya (YPKDS). Meskipun kapasitas politik telah didukung oleh koordinasi lintas sektor dan akses kepada pengambil kebijakan, kondisi tersebut belum mampu menghasilkan pengembangan kebijakan yang adaptif terhadap perubahan pola prostitusi yang semakin bergeser ke platform daring. Dengan demikian, penguatan kapasitas analitis menjadi faktor utama dalam meningkatkan efektivitas rehabilitasi sosial di RPTC Kota Makassar.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kapasitas Kebijakan, Tuna Susila, Rehabilitasi Sosial, Rumah Perlindungan dan Trauma Centre (RPTC) |
| Subjects: | J Political Science > JA Political science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Administrasi Publik |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 05 Oct 2026 07:46 |
| Last Modified: | 05 Oct 2026 07:46 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58782 |
