ANALISIS INDEKS KUALITAS TANAH SAWAH KAWASAN PESISIR DESA AMPEKALE KECAMATAN BONTOA KABUPATEN MAROS


MUHAMMAD FADLI, MUHAMMAD FADLI (2026) ANALISIS INDEKS KUALITAS TANAH SAWAH KAWASAN PESISIR DESA AMPEKALE KECAMATAN BONTOA KABUPATEN MAROS. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of G051221055-Lj7GXd9wnhsfv8Nm-20260713154434.pdf] Text
G051221055-Lj7GXd9wnhsfv8Nm-20260713154434.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Tanah sawah kawasan pesisir di Desa Ampekale merupakan salah satu lahan produktif yang berperan penting dalam mendukung produksi padi, namun intensifikasi pertanian yang berlangsung secara terus-menerus berpotensi menurunkan kualitas tanah melalui perubahan sifat fisik dan kimia tanah. Evaluasi kualitas tanah diperlukan untuk mengetahui kondisi kualitas tanah dan sebagai dasar dalam penyusunan strategi pengelolaan lahan yang berkelanjutan.. Penelitian ini mengkaji kondisi fisik, kimia tanah dan menyusunnya ke dalam indeks kualitas tanah komprehensif untuk dasar perbaikan pengelolaan lahan. Tujuan. Menganalisis kualitas tanah sawah pesisir di Kecamatan Bontoa melalui sifat fisik dan kimia tanah serta menghitung indeks kualitas tanah (IKT/CSQI dengan pendekatan analisis laboratorium. Metode. Penelitian kuantitatif di sawah Desa Ampekale, 10 titik sampel pada kedalaman 0-30 cm. Sampel dianalisis di laboratorium untuk tekstur, kadar air, bulk density, pH, C-organik, N-total, P dan K tersedia, serta KTK, kemudian dinilai menggunakan Principal Component Analysis (PCA) untuk menghitung Soil Quality Index dan Comprehensive Soil Quality Index (CSQI). Hasil. penelitian menunjukkan bahwa tanah sawah di lokasi penelitian didominasi tekstur liat dengan kandungan liat 60–76%, pasir 2–12%, dan debu 12–34%. Kadar air berkisar antara 38–46,6%, sedangkan bulk density berada pada kisaran 0,98–1,47 g/cm³ yang menunjukkan adanya potensi pemadatan pada beberapa titik. Sifat kimia tanah menunjukkan pH 4,8–6,59 yang tergolong masam hingga agak masam, C-organik 0,72–3,70%, N-total 0,13–0,18%, P₂O₅ 10,53–14,11 ppm, K-dd 0,12–0,35 cmol/kg, dan KTK 19,02–24,74 cmol/kg. Hasil PCA menunjukkan bahwa komponen utama kualitas tanah dipengaruhi oleh N-total dan Fraksi Liat. Serta, factor pembatas utama Kadar Air, pH tanah dan Fraksi Pasir. Nilai Comprehensive Soil Quality Index sebesar 0,69 menunjukkan bahwa kualitas tanah sawah pesisir Desa Ampekale termasuk dalam kelas baik. Kesimpulan. Tanah sawah kawasan pesisir Desa Ampekale masih memiliki kualitas yang baik untuk mendukung budidaya padi. Namun demikian, peningkatan kualitas tanah tetap perlu dilakukan melalui penambahan bahan organik, pemupukan berimbang berdasarkan hasil uji tanah, pengelolaan kemasaman tanah, serta penerapan pengelolaan lahan yang mampu mempertahankan struktur tanah guna menjaga produktivitas lahan secara berkelanjutan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Pertanian > Ilmu Tanah
Depositing User: Unnamed user with username Masnah
Date Deposited: 05 Oct 2026 02:18
Last Modified: 05 Oct 2026 02:18
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58764

Actions (login required)

View Item
View Item