PRAHESTI, HIKMAH (2026) Hubungan Derajat Inflamasi (Neutrophil-Lymphocyte Ratio (NLR) dan Systemic Immune-Inflammation Index (SII)) dengan Massa Otot Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin, Makassar = The Relationship Between Inflammation Levels (NeutrophilLymphocyte Ratio (NLR) and Systemic Immune-Inflammation Index (SII)) with Muscle Mass in Inpatients at Hasanuddin University Hospital, Makassar. Sp thesis, Universitas Hasanunddin.
C175222003-1-2.pdf
Download (1MB)
C175222003-dp.pdf
Download (396kB)
C175222003-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (6MB)
C175222003-xzmWi3PwyqAUsgSX-20260610102833.jpg
Download (393kB) | Preview
Abstract (Abstrak)
Penurunan massa otot merupakan masalah yang sering terjadi pada pasien rawat inap dan berhubungan dengan peningkatan komplikasi, lama rawat inap yang lebih panjang, serta luaran klinis yang lebih buruk. Inflamasi sistemik berperan penting dalam proses katabolisme otot melalui aktivasi jalur pro-inflamasi. Indikator inflamasi hematologis sederhana seperti Neutrophil–Lymphocyte Ratio (NLR) dan Systemic Immune-Inflammation Index (SII) telah banyak digunakan sebagai penanda inflamasi yang praktis dan mudah diperoleh. Namun, bukti mengenai hubungan antara indikator tersebut dengan massa otot pada pasien rawat inap di Indonesia masih sangat terbatas. Tujuan: Mengetahui hubungan antara derajat inflamasi sistemik yang diukur melalui NLR dan SII dengan massa otot pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin, Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional yang dilaksanakan pada Juli–Desember 2024. Sebanyak 120 pasien rawat inap dewasa direkrut menggunakan teknik purposive sampling. Massa otot diukur menggunakan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) dan dinyatakan sebagai Fat Free Mass Index (FFMI). Nilai NLR dan SII diperoleh dari pemeriksaan darah rutin pada hari pertama rawat inap. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman untuk analisis bivariat dan regresi linear multivariat untuk menentukan faktor independen yang berhubungan dengan FFMI. Hasil: Dari 120 subjek penelitian, sebanyak 37,5% memiliki FFMI rendah. Kategori NLR tinggi ditemukan pada 56,7% pasien, sedangkan SII tinggi pada 65,0% pasien. Analisis Spearman menunjukkan adanya korelasi negatif yang lemah namun signifikan antara NLR dan FFMI (r = −0,180; p = 0,049). Sebaliknya, SII menunjukkan korelasi negatif yang tidak signifikan dengan FFMI (r = −0,147; p = 0,110). Analisis regresi multivariat menunjukkan bahwa hanya jenis kelamin perempuan (B = −2,450; p < 0,001) dan Indeks Massa Tubuh (IMT) (B = 0,419; p < 0,001) yang berhubungan secara independen dengan FFMI, sedangkan NLR dan SII tidak menjadi prediktor yang signifikan setelah dikontrol terhadap faktor perancu. Kesimpulan: Inflamasi sistemik yang diukur dengan NLR memiliki hubungan lemah terhadap massa otot, sedangkan SII tidak menunjukkan hubungan bermakna dengan FFMI pada pasien rawat inap. Massa otot lebih dipengaruhi oleh faktor biologis dan status gizi, terutama jenis kelamin dan IMT. Penilaian rutin terhadap status nutrisi dan komposisi tubuh penting dilakukan untuk deteksi dini dan penatalaksanaan penurunan massa otot pada pasien rawat inap
| Item Type: | Thesis (Sp) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | massa otot, FFMI, inflamasi sistemik, NLR, SII, pasien rawat |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS - Ilmu Gizi Klinik |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 04 Oct 2026 23:44 |
| Last Modified: | 04 Oct 2026 23:44 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58708 |
