Analisis Penggunaan Keigo dalam Novel 街とその不確かな壁 (Machi to Sono Futashikana Kabe) Karya Murakami Haruki Berdasarkan Klasifikasi 敬語の指針 (Keigo no Shishin)


PANGESTU, SENDY BAGUS (2026) Analisis Penggunaan Keigo dalam Novel 街とその不確かな壁 (Machi to Sono Futashikana Kabe) Karya Murakami Haruki Berdasarkan Klasifikasi 敬語の指針 (Keigo no Shishin). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of F081201035-fulll.pdf] Text
F081201035-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ragam bahasa hormat (keigo) yang digunakan dalam novel Machi To Sono Futashikana Kabe karya Murakami Haruki berdasarkan pedoman mutakhir Keigo no Shishin (2007), serta menguak faktor-faktor sosiolinguistik dan psikologis yang memengaruhi penggunaannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat sebagai instrumen pengumpulan data tuturan dialog antar-tokoh di dalam novel. Hasil penelitian berhasil mengidentifikasi sebanyak 265 data penggunaan keigo yang tersebar ke dalam empat kategori utama sesuai standardisasi Keigo no Shishin. Ragam sonkeigo menjadi jenis yang paling dominan digunakan dengan jumlah 131 data (49%), disusul oleh kenjougo II (teichougo) sebanyak 71 data (27%), kenjougo I sebanyak 55 data (21%), dan bikago dengan frekuensi terendah sebanyak 8 data (3%). Ragam teineigo ditemukan di seluruh korpus namun dieksklusi dari analisis utama karena fungsinya yang hanya sebagai bentuk kesopanan standar umum (standard polite form). Secara sosiopragmatis, penggunaan keigo dipengaruhi oleh dua faktor utama: faktor sosial (shakaiteki fakutaa) yang dimanifestasikan melalui hubungan hierarki vertikal dunia kerja (jouge kankei) dan hubungan posisi formal (tachiba no kankei); serta faktor psikologis (shinriteki fakutaa) yang berakar pada konsep kebijaksanaan sosial (wakimae) dan batasan kelompok (uchi-soto). Kekonsistenan absolut penggunaan kenjougo II pada tokoh Koyasu (pimpinan lintas dimensi/hantu) membuktikan bahwa penggunaan keigo dalam novel ini telah bertransformasi dari sekadar alat hierarki struktural menjadi representasi identitas kepribadian dan martabat personal yang melekat untuk menjaga keharmonisan situasi tutur (bamen).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: P Language and Literature > PN Literature (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Jepang
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 04 Oct 2026 23:43
Last Modified: 04 Oct 2026 23:43
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58704

Actions (login required)

View Item
View Item