PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN D TERHADAP KADAR INTERLEUKIN 17 PADA ANAK SINDROM NEFROTIK = THE EFFECT OF VITAMIN D ON SERUM INTERLEUKIN 17 LEVEL IN CHILDREN WITH NEPHROTIC SYNDROME


NOOR, ICHSAN (2026) PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN D TERHADAP KADAR INTERLEUKIN 17 PADA ANAK SINDROM NEFROTIK = THE EFFECT OF VITAMIN D ON SERUM INTERLEUKIN 17 LEVEL IN CHILDREN WITH NEPHROTIC SYNDROME. Sp thesis, Universitas Hasanunddin.

[thumbnail of C105221009-1-2.pdf] Text
C105221009-1-2.pdf

Download (664kB)
[thumbnail of C105221009-dp.pdf] Text
C105221009-dp.pdf

Download (359kB)
[thumbnail of C105221009-fulllll.pdf] Text
C105221009-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[thumbnail of C105221009-pyBQTd4ZnIPJSNA1-20260615134756.jpg] Image
C105221009-pyBQTd4ZnIPJSNA1-20260615134756.jpg

Download (324kB)

Abstract (Abstrak)

Sindrom Nefrotik (SN) pada anak ditandai dengan proteinuria masif yang menyebabkan ekskresi masif Vitamin D-binding protein (VDBP) ke dalam urin, sehingga memicu defisiensi vitamin D. Vitamin D memiliki peran imunomodulator penting melalui aktivasi Vitamin D Receptor (VDR) yang dapat menekan jalur pro-inflamasi Th17 dan sitokin Interleukin-17 (IL-17), yang secara patofisiologis terlibat dalam kerusakan podosit pada penyakit glomerular. Tujuan: Menganalisis pengaruh pemberian suplementasi Vitamin D3 dosis 400 IU dibandingkan dengan 1000 IU terhadap kadar serum Vitamin D (25(OH)D) dan kadar IL-17 pada anak dengan Sindrom Nefrotik. Metode: Penelitian ini merupakan randomized controlled trial dengan desain double blind pada pasien SN berusia 1–18 tahun. Subjek dibagi menjadi dua kelompok intervensi: Kelompok I menerima terapi standar dan Vitamin D3 400 IU/hari, dan Kelompok II menerima terapi standar dan Vitamin D3 1000 IU/hari selama 4 minggu. Kadar serum vitamin D dan IL-17 diukur sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Suplementasi Vitamin D3 selama 4 minggu menghasilkan peningkatan kadar vitamin D yang signifikan secara statistik pada kedua kelompok; Kelompok I mengalami peningkatan median 4,7 ng/mL (p = 0,018) dan Kelompok II sebesar 5,1 ng/mL (p = 0,034). Namun, tidak terdapat perbedaan signifikan dalam besarnya perubahan kadar vitamin D antar kedua kelompok (p = 0,903). Kadar IL- 17 menunjukkan tren penurunan pada Kelompok I (median -0,26 pg/mL; p = 0,057) dan Kelompok II (median -0,18 pg/mL; p = 0,469), namun penurunan tersebut tidak mencapai signifikansi statistik pada kedua dosis tersebut. Kesimpulan: Suplementasi Vitamin D3 dosis 400 IU dan 1000 IU efektif dalam meningkatkan kadar Vitamin D secara signifikan pada anak dengan Sindrom Nefrotik. Kedua dosis tersebut belum mampu menghasilkan supresi kadar IL-17 yang bermakna secara signifikan, yang kemungkinan dipengaruhi oleh durasi intervensi yang singkat dan kondisi proteinuria yang membatasi efektivitas imunomodulasi vitamin D.

Item Type: Thesis (Sp)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Sindrom Nefrotik, Vitamin D3, Interleukin-17
Subjects: R Medicine > RJ Pediatrics > RJ101 Child Health. Child health services
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Kesehatan Anak
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 01 Oct 2026 03:35
Last Modified: 01 Oct 2026 03:35
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58623

Actions (login required)

View Item
View Item