SUHARMAN, SUHARMAN (2026) EKSPLORASI PGPR (PLANT GROWTH PROMOTION RHIZOBACTERIA) SEBAGAI PEMACU PERTUMBUHAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DI LAHAN KARTS ENREKANG. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.
P013221032-YsDaPIZTSNyUcrol-20260715150606.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Suharman. Eksplorasi plant growth-promoting rhizobacteria (PGPR) sebagai pemacu pertumbuhan bawang merah (Allium ascalonicum L.) di lahan karst enrekang (dibimbing oleh Fachirah Ulfa, Baharuddin, Katriani Manjta). Latar Belakang. Lahan karst di Kabupaten Enrekang memiliki keterbatasan kesuburan tanah, rendahnya kandungan hara dan bahan organik, serta kapasitas retensi nutrien yang terbatas, sehingga menurunkan pertumbuhan dan produktivitas bawang merah. Plant Growth-Promoting Rhizobacteria (PGPR) merupakan agen biologis yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan tanaman melalui produksi hormon (IAA, GA₃), fiksasi nitrogen, pelarutan fosfat, produksi siderofor dan HCN, serta mekanisme proteksi biologis. Pemanfaatan PGPR lokal dianggap strategi ramah lingkungan untuk mendukung budidaya bawang merah yang berkelanjutan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan menyeleksi PGPR dari rhizosfer bawang merah pada lahan karst Enrekang, mengevaluasi potensi fisiologisnya, mengidentifikasi isolat unggul secara molekuler, serta menilai efektivitasnya dalam memacu pertumbuhan dan produktivitas bawang merah secara in vitro dan in planta. Metode. Penelitian dilakukan melalui isolasi dan karakterisasi morfologi serta fisiologis bakteri, uji keamanan hayati (reaksi Gram, katalase, hipersensitivitas, hemolisis), uji kemampuan fisiologis (produksi hormon, fiksasi nitrogen, pelarutan fosfat, produksi siderofor dan HCN), uji pertumbuhan bawang merah secara hidroponik in vitro, serta pengujian produktivitas di greenhouse. Identifikasi molekuler isolat unggul dilakukan berbasis sekuens 16S rRNA. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan uji lanjut untuk membandingkan perlakuan. Hasil. Dari 112 isolat awal, 60 isolat terkarakterisasi, dan 23 isolat terseleksi sebagai kandidat PGPR. Isolat TP49 menunjukkan pengaruh terbaik pada tinggi tanaman (rata-rata 21,3 cm), jumlah daun (7,2 helai), panjang akar (12,5 cm), bobot segar (6,8 g) dan bobot kering (1,5 g) tunas bawang merah. TP49 mampu membentuk biofilm pada akar, menandakan kolonisasi efektif. Isolat lain menunjukkan variasi kemampuan fisiologis yang signifikan, termasuk produksi IAA (5,2–16,8 mg L-1), GA₃ (1,4–6,3 mg L-1), fiksasi nitrogen (3,1–7,8 mg L-1), pelarutan fosfat (22–57 mg L-1), serta produksi siderofor dan HCN. Di dalam greenhouse, penggunaan TP49 meningkatkan jumlah anakan, diameter umbi, dan produktivitas bawang merah hingga 28,5% dibanding kontrol. Identifikasi molekuler menunjukkan TP49 memiliki kemiripan 97,91% dengan Bacillus flexus. Kesimpulan. Isolat TP49 merupakan PGPR unggul yang berpotensi dikembangkan sebagai biofertilizer dan biostimulan untuk mendukung pertumbuhan dan produktivitas bawang merah di lahan karst. Pemanfaatan PGPR lokal mampu meningkatkan pertumbuhan, efisiensi nutrien, ketahanan tanaman terhadap cekaman, serta mengurangi ketergantungan pada input kimia sintetis, sehingga mendukung budidaya bawang merah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pertanian > Fakultas Pertanian > |
| Depositing User: | Unnamed user with username Masnah |
| Date Deposited: | 07 Oct 2026 01:58 |
| Last Modified: | 07 Oct 2026 01:58 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58611 |
