SOFIANI, RISKI RAHAYU (2026) Analisis Kadar Hepsidin dan Ferroportin Berdasarkan Grading Histopatologi Kanker Payudara = Analysis of Hepcidin and Ferroportin Levels Based on Histopathological Grading of Breast Cancer. Sp thesis, Universitas Hasanunddin.
C085222014-1-2.pdf
Download (840kB)
C085222014-dp.pdf
Download (110kB)
C085222014-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
C085222014-xvYQZRzng5JyjVFM-20260617173727.jpg
Download (94kB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK Riski Rahayu Sofiani. Analisis Kadar Hepsidin dan Ferroportin berdasarkan Grading Histopatologi Kanker Payudara (dibimbing oleh Agus Alim Abdullah dan Darwati Muhadi) Latar Belakang: Kanker payudara merupakan keganasan tersering pada wanita dengan heterogenitas biologis yang memengaruhi prognosis. Disregulasi metabolisme besi, khususnya melalui aksis hepsidin–ferroportin, berperan dalam progresivitas tumor. Hepsidin diketahui meningkat pada kondisi inflamasi dan keganasan, sedangkan ferroportin berperan dalam ekspor besi seluler. Namun, hubungan kedua biomarker ini dengan derajat histopatologi kanker payudara masih belum sepenuhnya dipahami. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar hepsidin dan ferroportin berdasarkan grading histopatologi kanker payudara. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross-sectional pada 77 pasien kanker payudara di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo dan Rumah Sakit Universitas Hasanuddin Makassar. Kadar hepsidin dan ferroportin diukur menggunakan metode ELISA dari sampel serum. Analisis data menggunakan uji Kruskal–Wallis dan ANOVA, dilanjutkan dengan analisis multiple comparison, dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rerata usia subjek adalah 49±10 tahun. Distribusi grading histopatologi terdiri dari low grade (14,3%), intermediate grade (54,5%), dan high grade (31,2%). Terdapat perbedaan signifikan kadar hepsidin berdasarkan grading histopatologi (p<0,05), dengan kadar tertinggi pada high grade. Analisis lanjutan menunjukkan perbedaan signifikan antara high grade dan intermediate grade (p<0,05). Sebaliknya, kadar ferroportin tidak menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok grading (p>0,05), meskipun terdapat kecenderungan penurunan pada grade yang lebih tinggi. Kesimpulan: Kadar hepsidin meningkat seiring dengan peningkatan derajat histopatologi kanker payudara dan berpotensi sebagai biomarker tambahan dalam menilai progresivitas tumor. Sebaliknya, kadar ferroportin serum tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan grading histopatologi. Kata kunci: kanker payudara, hepsidin, ferroportin, grading histopatologi, metabolisme besi
| Item Type: | Thesis (Sp) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | kanker payudara, hepsidin, ferroportin, grading histopatologi, metabolisme besi |
| Subjects: | R Medicine > RB Pathology |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Patologi Klinik |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 30 Sep 2026 08:31 |
| Last Modified: | 30 Sep 2026 08:31 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58599 |
