ISMIRAWATI, ISMIRAWATI (2026) Hubungan antara Anti Human Platelet Antigen dengan Refrakter Trombosit pada Pasien Multitransfusi = Association between The Antibodies Against Human Platelet Antigen and Platelet Refractoriness in Multitransfused Patients. Sp thesis, Universitas Hasanunddin.
C085222008-1-2.pdf
Download (1MB)
C085222008-dp.pdf
Download (122kB)
C085222008-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
C085222008-LfIkaN2tjydPq9Jr-20260615103115.jpg
Download (407kB)
Abstract (Abstrak)
ISMIRAWATI. Hubungan antara Anti Human Platelet Antigen dengan Refrakter Trombosit pada Pasien Multitransfusi (dibimbing oleh Rachmawati A. Muhiddin dan Uleng Bahrun). Latar Belakang. Transfusi trombosit penting untuk mengatasi trombositopenia, tetapi transfusi berulang dapat menyebabkan refrakter trombosit atau platelet refractoriness (PTR). PTR dapat dipicu oleh faktor imun, termasuk alloantibodi terhadap Human Platelet Antigen (HPA). Alloantibodi terhadap HPA dapat memicu klirens trombosit donor yang dapat menginduksi PTR. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara anti-HPA dan refrakter trombosit pada pasien multitranfsfusi. Metode. Studi potong lintang dilakukan pada 64 pasien dewasa yang menjalani rawat inap di rumah sakit dan menerima transfusi trombosit berulang di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Makassar. Status refrakter trombosit ditentukan berdasarkan nilai Corrected Count Increment (CCI) <7500/µL pada 10-60 menit pasca-transfusi. Kadar IgG anti-HPA diukur dengan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) menggunakan kit MyBiosource (USA). Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov, Spearman, Mann-Whitney, dan Chi-square. Hasil. Dari 64 subjek penelitian, 43 subjek (67,2%) mengalami PTR. Analisis statistik menunjukkan bahwa kadar anti HPA pada kelompok pasien refrakter lebih tinggi daripada pada kelompok non-refrakter, tetapi tidak signifikan (p=0,869). Tidak terdapat korelasi signifikan antara frekuensi dan jumlah kantong transfusi dengan kadar anti-HPA (p>0,05) dan kejadian refrakter trombosit. Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat korelasi signifikan antara nilai CCI dengan kadar anti-HPA. Hal ini menunjukkan bahwa penyebab refrakter trombosit bukan akibat pembentukan anti-HPA. Kejadian refrakter 3 kali lebih tinggi pada keganasan hematologi dibandingkan pada non-keganasan hematologi, namun tidak signifikan. Kesimpulan. Kadar anti-HPA tidak berhubungan dengan frekuensi dan jumlah transfusi, serta refrakter trombosit. PTR terutama disebabkan oleh faktor non-imun. Klinisi harus melakukan evaluasi faktor-faktor non imun yang berperan dalam kejadian PTR.
| Item Type: | Thesis (Sp) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | refrakter trombosit; anti-HPA; corrected count increment; multitransfusi; trombositopenia |
| Subjects: | R Medicine > RB Pathology |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Patologi Klinik |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 30 Sep 2026 08:24 |
| Last Modified: | 30 Sep 2026 08:24 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58591 |
