PENGARUH PEMBERIAN TERAPI ADJUVAN ASAM FOLAT DAN METILKOBALAMIN TERHADAP KADAR BDNF (BRAIN DERIVED NEUROTROPHIC FACTOR) DAN FUNGSI KOGNITIF PADA PASIEN DEPRESI YANG MENDAPATKAN TERAPI FLUOXETINE = THE EFFECT OF ADJUVANT FOLIC ACID AND METHYLCOBALAMIN THERAPY ON BDNF (BRAIN DERIVED NEUROTROPHIC FACTOR) LEVELS AND COGNITIVE FUNCTION IN DEPRESSED PATIENTS RECEIVING FLUOXETINE THERAPY


Dianomo, Maria Devinta (2026) PENGARUH PEMBERIAN TERAPI ADJUVAN ASAM FOLAT DAN METILKOBALAMIN TERHADAP KADAR BDNF (BRAIN DERIVED NEUROTROPHIC FACTOR) DAN FUNGSI KOGNITIF PADA PASIEN DEPRESI YANG MENDAPATKAN TERAPI FLUOXETINE = THE EFFECT OF ADJUVANT FOLIC ACID AND METHYLCOBALAMIN THERAPY ON BDNF (BRAIN DERIVED NEUROTROPHIC FACTOR) LEVELS AND COGNITIVE FUNCTION IN DEPRESSED PATIENTS RECEIVING FLUOXETINE THERAPY. Sp thesis, Universitas Hasanunddin.

[thumbnail of C065221003-1-2.pdf] Text
C065221003-1-2.pdf

Download (513kB)
[thumbnail of C065221003-AuKoOp36lrYfR5ny-20260629115258.jpg] Image
C065221003-AuKoOp36lrYfR5ny-20260629115258.jpg

Download (401kB)
[thumbnail of C065221003-dp.pdf] Text
C065221003-dp.pdf

Download (574kB)
[thumbnail of C065221003-fullll.pdf] Text
C065221003-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Depresi merupakan gangguan kejiwaan yang banyak dijumpai dan sering disertai penurunan fungsi kognitif. Salah satu faktor biologis yang berperan adalah brain-derived neurotrophic factor (BDNF). Suplementasi asam folat dan metilkobalamin diduga dapat meningkatkan kadar BDNF sekaligus memperbaiki fungsi kognitif lebih baik dibandingkan penggunaan fluoksetin saja. Tujuan: Menilai pengaruh terapi adjuvan asam folat dan metilkobalamin terhadap kadar BDNF dan fungsi kognitif pasien depresi yang mendapat fluoksetin, serta menganalisis hubungan kadar BDNF dengan fungsi kognitif. Metode: Penelitian eksperimental dengan desain randomized controlled trial dilakukan pada 44 pasien depresi, dibagi menjadi dua kelompok: kontrol (fluoxetine saja, n = 22) dan perlakuan (fluoxetine + asam folat + metilkobalamin, n = 22). Fungsi kognitif diukur menggunakan Montreal Cognitive Assessment–Indonesian version (MoCA- Ina), sedangkan kadar BDNF serum diperiksa menggunakan metode ELISA. Analisis statistik menggunakan paired t-test untuk dalam kelompok, independent t-test untuk antar kelompok, dan korelasi Pearson untuk hubungan kadar BDNF dengan fungsi kognitif. Hasil: Skor MoCA-Ina meningkat signifikan pada kedua kelompok (kontrol: 19,77 ± 1,45 menjadi 21,64 ± 1,47; Δ = 1,86 ± 1,32; p < 0,001; perlakuan: 19,36 ± 1,26 menjadi 23,00 ± 1,77; Δ = 3,64 ± 1,40; p < 0,001). Kadar BDNF juga meningkat signifikan (kontrol: 1087,66 ± 160,59 menjadi 1349,77 ± 138,77 pg/mL; Δ = 262,10 ± 91,62; p < 0,001; perlakuan: 1094,93 ± 198,84 menjadi 1517,65 ± 260,67 pg/mL; Δ = 422,72 ± 298,80; p < 0,001). Analisis antar kelompok menunjukkan peningkatan fungsi kognitif dan kadar BDNF lebih besar pada kelompok perlakuan dibandingkan kontrol (p < 0,05). Uji korelasi Pearson memperlihatkan hubungan positif yang signifikan antara kadar BDNF dengan skor fungsi kognitif setelah intervensi (r = 0,420; p = 0,05). Kesimpulan: Terapi adjuvan asam folat dan metilkobalamin pada pasien depresi yang mendapat fluoxetine meningkatkan fungsi kognitif dan kadar BDNF lebih besar dibandingkan fluoxetine saja. Hubungan positif antara kadar BDNF dan fungsi kognitif memperkuat peran BDNF dalam mekanisme perbaikan kognitif pada depresi.

Item Type: Thesis (Sp)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: Depresi, BDNF, Fungsi kognitif, Asam folat, Metilkobalamin
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Kedokteran Jiwa - Psikiatri
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 30 Sep 2026 06:52
Last Modified: 30 Sep 2026 06:52
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58559

Actions (login required)

View Item
View Item