HUBUNGAN ANTARA KADAR ESTRADIOL TERHADAP POLA MIKROBIOTA VAGINA PADA MASA MENOPAUSE DAN REPRODUKTIF = THE CORRELATION BETWEEN ESTRADIOL LEVEL AND VAGINAL MICROBIOTA PATTERN AMONG MENOPAUSAL AND REPRODUCTIVE STAGE


SAFIRA, SITI ANISSA (2026) HUBUNGAN ANTARA KADAR ESTRADIOL TERHADAP POLA MIKROBIOTA VAGINA PADA MASA MENOPAUSE DAN REPRODUKTIF = THE CORRELATION BETWEEN ESTRADIOL LEVEL AND VAGINAL MICROBIOTA PATTERN AMONG MENOPAUSAL AND REPRODUCTIVE STAGE. Sp thesis, Universitas Hasanunddin.

[thumbnail of C055221006-1-2.pdf] Text
C055221006-1-2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (330kB)
[thumbnail of C055221006-dp.pdf] Text
C055221006-dp.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (61kB)
[thumbnail of C055221006-fulll.pdf] Text
C055221006-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (7MB)
[thumbnail of C055221006-XUtqwm0jA39nM6KB-20260703125524.jpg] Image
C055221006-XUtqwm0jA39nM6KB-20260703125524.jpg
Restricted to Repository staff only

Download (366kB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Mikrobiota vagina, terutama Lactobacillus, berperan penting dalam kesehatan reproduksi perempuan yang komposisinya dihubungkan dengan kadar estradiol sebagai hormon estrogen utama. Penurunan estradiol pada menopause sering dikaitkan dengan peningkatan risiko disbiosis yang dapat memengaruhi kualitas hidup akibat gejala seperti kekeringan vagina dan infeksi berulang. Tujuan. Menganalisis hubungan kadar estradiol dengan pola mikrobiota vagina antara perempuan menopause dan reproduktif. Metode. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 59 perempuan (29 menopause dan 30 reproduktif). Sampel darah diambil untuk mengukur kadar estradiol menggunakan metode ELISA, sedangkan sampel swab vagina dianalisis menggunakan sekuensing gen 16S rRNA untuk mengidentifikasi komposisi mikrobiota. Data dianalisis secara statistik untuk mengevaluasi hubungan antara kadar estradiol dan pola mikrobiota vagina dengan IBM SPSS Statistics Version 30.0.0.0 (172). Hasil. Kadar estradiol pada perempuan menopause (median: 4,0 ng/mL; 2.0 – 315.3) secara signifikan lebih rendah dibandingkan perempuan reproduktif (median: 100,84 ng/mL; 16.73 – 525.8; p < 0,001). Secara keseluruhan, penurunan kadar estradiol berkorelasi dengan peningkatan keragaman mikrobiota vagina (Shannon Index: Rho = -0,310; p = 0,017) dan penurunan persentasi Lactobacillus (Rho = 0,334; p = 0,010). Kelompok menopause menunjukkan peningkatan kejadian disbiosis (62,1%) dibandingkan kelompok reproduktif (10%; p = 0,015). Namun, analisis spesifik pada masing-masing kelompok menopause dan reproduktif tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna antara kadar estradiol dan kejadian disbiosis (p > 0,05). Kesimpulan. Kadar estradiol berhubungan dengan pola mikrobiota vagina, di mana penurunan kadar estradiol cenderung meningkatkan keragaman mikrobiota dan mengurangi dominasi Lactobacillus yang dapat meningkatkan risiko disbiosis. Temuan ini menegaskan pentingnya mempertimbangkan status hormonal dalam manajemen kesehatan vagina, terutama pada perempuan menopause untuk menjaga keseimbangan mikrobiota vagina.

Item Type: Thesis (Sp)
Uncontrolled Keywords: Estradiol; disbiosis; Lactobacillus; mikrobiota vagina; menopause; reproduktif.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS Obstetri Dan Ginekologi
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 30 Sep 2026 06:44
Last Modified: 30 Sep 2026 06:44
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58555

Actions (login required)

View Item
View Item