KONFLIK SOSIAL DALAM FILM الموصول (ANALISIS KONFLIK SOSIAL LEWIS A. COSER)


AL IQBAL, MUHAMMAD (2026) KONFLIK SOSIAL DALAM FILM الموصول (ANALISIS KONFLIK SOSIAL LEWIS A. COSER). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of F031191030-rxEqjOU5dNQmuTtZ-20260421153317.png] Image
F031191030-rxEqjOU5dNQmuTtZ-20260421153317.png

Download (569kB)
[thumbnail of F031191030-1-2.pdf] Text
F031191030-1-2.pdf

Download (407kB)
[thumbnail of F031191030-dp.pdf] Text
F031191030-dp.pdf

Download (80kB)
[thumbnail of F031191030-fullll.pdf] Text
F031191030-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Film Mosul (2019) menghadirkan representasi visual tentang medan perang ekstrem yang sarat dengan benturan fisik, sosial, dan ideologis. Di tengah kekacauan tersebut, pasukan SWAT Nineveh justru menunjukkan tingkat kohesi kelompok yang luar biasa. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana konflik ekstrem yang dialami para tokoh tidak berujung pada kehancuran internal tim, melainkan justru menjadi elemen pengikat kelompok. Berbeda dengan penelitian terdahulu yang mayoritas berfokus pada analisis semiotika dan dekonstruksi karakter pada film ini, penelitian ini mengambil standing position dengan membedah film Mosul menggunakan lensa sosial sastra untuk melihat fungsi positif dari sebuah konflik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk konflik sosial serta mengkaji secara mendalam fungsi sosial dari konflik tersebut dalam membangun dan mempertahankan solidaritas kelompok berdasarkan teori konflik sosial Lewis A. Coser. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis dalam paying sosiologo sastra. Sumber data berupa dialog, adegan, dan narasi yang dikumpulkan melalui teknik simak dan catat. Teknik analisis data yang digudanakan adalah analisis deskriptif untuk mengklasifikasikan konflik ke dalam kategori realistik dan non-realistik. Argumen utama penelitian ini adalah bahwa konflik dalam film Mosul berkarakter fungsional, bukan destruktif. Hasil Penelitian Penelitian ini menemukan total 76 data yang diklasifikasikan menurut teori konflik sosial Lewis A. Coser, yang terdiri dari 51 data bentuk konflik sosial dan 25 data fungsi konflik. Pada bentuk konflik, ditemukan 21 konflik realistis antar-kelompok (out-group), 16 konflik realistis dalam kelompok (in-group), 12 data konflik non-realistis dalam kelompok, dan 2 konflik non-realistis antar-kelompok. Sementara itu, pada bagian fungsi ditemukan 8 data memperkuat kohesi dan solidaritas, 6 data memperjelas batas identitas, 6 data katup penyelamat (safety valve), serta 5 data mendorong adaptasi dan perubahan. Hasil analisis menunjukkan bahwa konflik realistik berupa ancaman eksternal dari ISIS berfungsi signifikan untuk memperkuat loyalitas dan meningkatkan kohesi internal melalui sentralisasi komando. Di sisi lain, konflik non-realistik berfungsi sebagai katup penyelamat psikologis yang efektif mencegah disintegrasi kelompok akibat akumulasi stres perang. Kesimpulannya, konflik sosial dalam film Mosul merupakan instrumen sosial krusial yang menyatukan dan menjamin keberlangsungan hidup kelompok SWAT Nineveh di tengah krisis.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: P Language and Literature > PN Literature (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Asia Barat
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 30 Sep 2026 06:17
Last Modified: 30 Sep 2026 06:17
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58545

Actions (login required)

View Item
View Item