DJ, MUHAMMAD RISAL (2025) HUBUNGAN KADAR KIDNEY INJURY MOLECULE-1 (KIM-1) PADA URIN DENGAN PENDERITA PREEKLAMSIA = ASSOCIATION OF KIDNEY INJURY MOLECULE-1 (KIM-1) LEVELS IN URINE WITH PREECLAMPSIA. Sp thesis, Universitas Hasanunddin.
C055212007-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Preeklamsia merupakan gangguan hipertensi dalam kehamilan yang berkontribusi signifikan terhadap morbiditas dan mortalitas maternal serta perinatal. Keterlibatan ginjal mencerminkan keparahan penyakit, namun biomarker ginjal konvensional kurang sensitif dalam mendeteksi cedera tubulus dini. Kidney Injury Molecule-1 (KIM-1) berpotensi menjadi biomarker urin non-invasif untuk mendeteksi kerusakan tubulus ginjal secara awal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi hubungan antara kadar Kidney Injury Molecule-1 (KIM-1) dalam urin dengan derajat keparahan preeklamsia pada ibu hamil yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin, Makassar. Bahan dan Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain potong lintang yang dilaksanakan pada periode Juni hingga Desember 2024 di Departemen Obstetri dan Ginekologi, Rumah Sakit Universitas Hasanuddin. Sebanyak 105 ibu hamil direkrut, terdiri atas 70 kasus preeklamsia berat dan 35 subjek normotensif sebagai kelompok kontrol. Sampel urin midstream dikumpulkan secara aseptik dan dianalisis untuk mengukur kadar KIM-1 menggunakan metode enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Pengolahan data dilakukan dengan perangkat lunak SPSS versi 27.0. Uji Mann–Whitney dan Kruskal–Wallis digunakan untuk menilai perbedaan antar kelompok, sedangkan hubungan antar variabel dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Nilai p < 0,05 dianggap bermakna secara statistik. Hasil: Kadar KIM-1 urin pada kelompok preeklamsia berat secara signifikan lebih tinggi (median 2,03 ng/mL) dibandingkan kelompok kontrol (median 1,34 ng/mL; p < 0,001). Ditemukan korelasi positif kuat antara kadar KIM-1 urin dan tekanan darah sistolik (r = 0,544), serta korelasi positif sedang dengan tekanan darah diastolik (r = 0,447). Kadar KIM-1 yang lebih tinggi juga teridentifikasi pada ibu hamil dengan status overweight dan pada kehamilan preterm, yang mengindikasikan adanya kontribusi faktor metabolik maternal dan usia kehamilan terhadap terjadinya cedera tubulus ginjal. Kesimpulan: Kadar KIM-1 urin meningkat secara signifikan pada kondisi preeklamsia berat, sehingga berpotensi menjadi biomarker yang sensitif dan noninvasif untuk mendeteksi cedera tubulus ginjal pada fase awal. Hubungan bermakna antara kadar KIM-1, tekanan darah, dan faktor gestasional memperkuat nilai klinis KIM-1 dalam mengidentifikasi keterlibatan ginjal serta menilai tingkat keparahan preeklamsia. vii
| Item Type: | Thesis (Sp) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Preeklamsia, Kidney Injury Molecule-1, Biomarker urin, Cedera tubulus ginjal, hipertensi dalam kehamilan |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Obstetri Dan Ginekologi |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 30 Sep 2026 06:01 |
| Last Modified: | 30 Sep 2026 06:01 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58525 |
