YONARTI, YONARTI (2026) Analisis Faktor Risiko Gagal Ginjal Akut Pada Operasi Jantung di Rumah Sakit Jantung Terpadu Dr Wahidin Sudirohusodo, Makassar = Risk Factor Analysis of Acute Kidney Injury in Patients Undergoing Cardiac Surgery at the Integrated Cardiac Center, Dr. Wahidin Sudirohusodo Hospital, Makassar. Sp thesis, Universitas Hasanunddin.
C038222002-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Operasi jantung meliputi CABG, operasi katup, penyakit jantung kongenital, dan bedah lain dengan cardiopulmonary bypass (CPB). Komplikasi pascaoperasi sering adalah gangguan ginjal akut (GGA), terkait peningkatan morbiditas, mortalitas, lama rawat, dan kebutuhan terapi pengganti ginjal. Identifikasi faktor risiko GGA penting untuk pencegahan dan deteksi dini pada pasien. Tujuan: Mengetahui insidensi dan menganalisis faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian gangguan ginjal akut pada pasien yang menjalani operasi jantung di Rumah Sakit Jantung Terpadu RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik retrospektif yang dilakukan di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar menggunakan data rekam medis pasien yang menjalani operasi jantung periode Januari–Desember 2025. Sampel dipilih menggunakan metode consecutive sampling. Subjek penelitian adalah pasien dewasa yang menjalani operasi jantung terbuka dan belum pernah mendapatkan terapi pengganti ginjal sebelumnya. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS versi 25 melalui analisis bivariat dan metode Classification and Regression Tree (CART) untuk mengidentifikasi faktor prediktor utama kejadian GGA. Nilai p<0,05 dianggap bermakna secara statistik. Hasil: Sebanyak 89 subjek penelitian dianalisis dan didapatkan kejadian GGA sebesar 30,3%. Pasien berusia >50 tahun memiliki risiko mengalami GGA sebesar 2,76 kali dibandingkan usia ≤50 tahun (p=0,02). Riwayat penyakit ginjal kronik (PGK) meningkatkan risiko GGA sebesar 13,86 kali dibandingkan pasien tanpa PGK (p=0,01). Pasien yang menjalani prosedur CABG memiliki risiko 2,72 kali lebih tinggi mengalami GGA dibandingkan kelompok non-CABG (p=0,04). Variabel jenis kelamin, hipertensi, diabetes melitus, penggunaan intra-aortic balloon pump (IABP), dan durasi CPB tidak menunjukkan hubungan bermakna secara statistik. Analisis CART menunjukkan bahwa PGK merupakan faktor prediktor utama kejadian GGA pascaoperasi jantung dengan performa model berupa accuracy 86,52% dan area under curve (AUC) sebesar 86,46%. Kesimpulan: Faktor yang berhubungan secara bermakna dengan kejadian gangguan ginjal akut pascaoperasi jantung adalah usia >50 tahun, riwayat penyakit ginjal kronik, dan prosedur CABG. Model CART mengidentifikasi penyakit ginjal kronik sebagai faktor prediktor utama kejadian GGA. Pasien dengan faktor risiko tersebut memerlukan pemantauan perioperatif yang lebih ketat untuk menurunkan kejadian GGA pascaoperasi jantung.
| Item Type: | Thesis (Sp) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: gangguan ginjal akut, operasi jantung, coronary artery bypass graft, penyakit ginjal kronik, classification and regression tree |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Penyakit Dalam |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 30 Sep 2026 06:00 |
| Last Modified: | 30 Sep 2026 06:00 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58524 |
