PERBANDINGAN EFEK PEMBERIAN CUCI HIDUNG DAN KORTIKOSTEROID INTRANASAL TERHADAP KADAR SEKRETORI IMUNOGLOBULIN A PADA MUKOSA HIDUNG PASIEN RINITIS ALERGI PERSISTEN SEDANG-BERAT = THE EFFECTS OF NASAL IRRIGATION AND INTRANASAL CORTICOSTEROIDS ON IMMUNOGLOBULIN A SECRETORY LEVELS IN THE NASAL MUCOSA OF PATIENTS WITH MODERATE-SEVERE PERSISTENT ALLERGIC RHINITIS


SAPUTRA, ARDIAN PRATAMA (2025) PERBANDINGAN EFEK PEMBERIAN CUCI HIDUNG DAN KORTIKOSTEROID INTRANASAL TERHADAP KADAR SEKRETORI IMUNOGLOBULIN A PADA MUKOSA HIDUNG PASIEN RINITIS ALERGI PERSISTEN SEDANG-BERAT = THE EFFECTS OF NASAL IRRIGATION AND INTRANASAL CORTICOSTEROIDS ON IMMUNOGLOBULIN A SECRETORY LEVELS IN THE NASAL MUCOSA OF PATIENTS WITH MODERATE-SEVERE PERSISTENT ALLERGIC RHINITIS. Sp thesis, Universitas Hasanunddin.

[thumbnail of C035212004-fulll.pdf] Text
C035212004-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Rinitis alergi merupakan penyakit alergi tipe I yang paling sering ditemui dan berkaitan erat dengan imunitas di mukosa hidung. Sekretori immunoglobulin A (sIgA) memainkan peran penting dalam imunitas mukosa dan melindungi permukaan mukosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efek cuci hidung dan kortikosteroid intranasal yang menjadi pengobatan rutin rinitis alergi terhadap kadar sekretori IgA mukosa hidung pasien Rinitis Alergi persisten sedang-berat. Penelitian observasional prospektif dilakukan pada 30 pasien rinitis alergi sedang- berat dengan hasil inhalan pada Skin Prick Test (SPT) minimal +1 yang dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok cuci hidung, kortikosteroid intranasal dan kombinasi. Pemeriksaan kadar sIgA dengan bantuan ELISA Test diambil dari apusan mukosa hidung dilakukan pada sebelum perlakuan dan setiap minggu hingga minggu ke 4. Uji Repeated Measures ANOVA digunakan untuk membandingkan kadar sIgA per minggu di setiap kelompok. Kadar sIgA pada minggu-0 berada dibawah ambang batas normal. Hasil peningkatan kadar sIgA signifikan didapatkan pada kelompok Intranasal Kortikosteroid dan Kombinasi (P = 0,0327 dan P = 0,00792) dibandingkan dengan kelompok cuci hidung. Disimpulkan bahwa terapi kortikosteroid intranasal dan kombinasi memberikan efek positif terhadap peningkatan kadar sIgA dibandingkan hanya cuci hidung. kortikosteroid diperkirakan memberikan dampak yang tinggi terhadap peningkatan kadar sIgA sedangkan cuci hidung hanya bersifat pembersihan mukosa secara mekanis dan tidak mempengaruhi IgA.

Item Type: Thesis (Sp)
Uncontrolled Keywords: Rinitis Alergi, sIgA, Cuci Hidung, Kortikosteroid intranasal
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Penyakit THT
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 30 Sep 2026 05:58
Last Modified: 30 Sep 2026 05:58
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58522

Actions (login required)

View Item
View Item