Hubungan Antara Kadar Substance P Serum dengan Parameter Klinikopatologis pada Kanker Payudara Luminal: Studi Potong Lintang = Association Between Serum Substance P Levels and Clinicopathological Parameters in Luminal Breast Cancer: A Cross-Sectional Study


MARADJABESSY, FAHRIZAL (2026) Hubungan Antara Kadar Substance P Serum dengan Parameter Klinikopatologis pada Kanker Payudara Luminal: Studi Potong Lintang = Association Between Serum Substance P Levels and Clinicopathological Parameters in Luminal Breast Cancer: A Cross-Sectional Study. Sp thesis, Universitas Hasanunddin.

[thumbnail of cover] Image (cover)
C028232002- cover.jpg

Download (247kB)
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
C028232002- bab 1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
C028232002- dapus.pdf

Download (83kB)
[thumbnail of C028232002-fulll.pdf] Text
C028232002-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 May 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Substance P (SP) merupakan neuropeptida keluarga takikinin yang bekerja melalui reseptor neurokinin-1 (NK-1R) dan semakin diakui sebagai mediator biologis yang relevan dalam progresi kanker melalui pengaruhnya terhadap proliferasi tumor, invasi, angiogenesis, dan crosstalk neuroimun. Namun, peran SP sebagai biomarker sirkulasi pada kanker payudara luminal—subtipe molekuler yang paling prevalen—masih belum terdefinisi dengan baik. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi hubungan antara kadar SP serum dan parameter klinikopatologis pada pasien kanker payudara luminal. Studi observasional analitik dengan pendekatan potong lintang ini mengevaluasi 47 pasien perempuan dengan kanker payudara subtipe luminal yang terkonfirmasi secara histopatologi di RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo dan rumah sakit pendidikan yang berafiliasi di Makassar, Indonesia. Kadar SP serum praoperatif diukur menggunakan metode enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Parameter klinikopatologis yang dinilai meliputi ukuran tumor, status kelenjar getah bening (KGB), derajat histopatologi, stadium klinis, indeks proliferasi Ki-67, subtipe luminal, dan status HER-2. Hubungan antarvariabel dianalisis menggunakan uji bivariat nonparametrik, analisis kurva ROC, dan regresi logistik multivariat. Kadar SP serum berkisar antara 1,00–2,16 (median 1,27; rerata 1,32 ± 0,23) dan tidak berdistribusi normal. Rerata SP secara bermakna lebih tinggi pada pasien dengan KGB positif (1,35 vs 1,15; p = 0,025) dan tumor HER-2 positif (1,47 vs 1,25; p = 0,002). Analisis kurva ROC dengan status HER-2 sebagai referensi menghasilkan area under the curve (AUC) sebesar 0,782 (IK 95%: 0,632–0,932; p = 0,002), dengan titik potong optimal ≥1,300. Menggunakan ambang ini, status HER-2 positif berhubungan kuat dengan kadar SP serum tinggi (OR = 7,3; IK 95%: 1,86–28,91; p = 0,003). Pada model multivariat akhir yang telah disesuaikan, status HER-2 muncul sebagai satu-satunya prediktor independen kadar SP serum tinggi (OR = 7,3; IK 95%: 1,86–28,91; p = 0,004). Kadar SP serum menunjukkan hubungan selektif dengan parameter yang bermakna secara biologis pada kanker payudara luminal, khususnya status HER-2 dan keterlibatan KGB regional, bukan dengan seluruh variabel klinikopatologis klasik. Temuan ini mendukung peran aksis SP/NK-1R sebagai biomarker komplementer yang mencerminkan agresivitas tumor dan memberikan dasar pemikiran translasional untuk eksplorasi lebih lanjut terhadap antagonis NK-1R sebagai strategi terapeutik tambahan yang potensial.

Item Type: Thesis (Sp)
Uncontrolled Keywords: substance P, kanker payudara luminal; HER-2, Metastasis kelenjar getah bening
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Bedah
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 28 Sep 2026 05:38
Last Modified: 28 Sep 2026 05:38
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58518

Actions (login required)

View Item
View Item