PERBANDINGAN EFEKTIVITAS STEROID DAN OBAT ANTI INFLAMASI NON STEROID SEBAGAI TERAPI ANTI INFLAMASI PASCA OPERASI TRABEKULEKTOMI DENGAN MITOMYCIN-C PADA PASIEN GLAUKOMA PRIMER SUDUT TERBUKA = COMPARISON OF THE EFFICACY OF STEROIDS AND NON- STEROIDAL ANTI-INFLAMMATORY DRUGS AS ANTI- INFLAMMATORY THERAPIES POST-TRABECULECTOMY WITH MITOMYCIN-C IN PRIMARY OPEN-ANGLE GLAUCOMA PATIENTS


RAMADHAN, HAMDAN (2026) PERBANDINGAN EFEKTIVITAS STEROID DAN OBAT ANTI INFLAMASI NON STEROID SEBAGAI TERAPI ANTI INFLAMASI PASCA OPERASI TRABEKULEKTOMI DENGAN MITOMYCIN-C PADA PASIEN GLAUKOMA PRIMER SUDUT TERBUKA = COMPARISON OF THE EFFICACY OF STEROIDS AND NON- STEROIDAL ANTI-INFLAMMATORY DRUGS AS ANTI- INFLAMMATORY THERAPIES POST-TRABECULECTOMY WITH MITOMYCIN-C IN PRIMARY OPEN-ANGLE GLAUCOMA PATIENTS. Sp thesis, Universitas Hasanunddin.

[thumbnail of C025221005-fulll.pdf] Text
C025221005-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Steroid topikal merupakan terapi standar untuk mengendalikan inflamasi pasca trabekulektomi, namun penggunaannya dapat menimbulkan efek samping seperti peningkatan tekanan intraokular (TIO). Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) topikal berpotensi menjadi alternatif yang lebih aman, tetapi bukti efektivitasnya setelah trabekulektomi dengan Mitomycin-C (MMC) masih terbatas. Tujuan: Menganalisis perbedaan efektivitas OAINS topikal dibandingkan steroid topikal dalam mengontrol inflamasi, mempertahankan kualitas bleb, mencapai target TIO, serta mengurangi kebutuhan medikasi dan tindakan tambahan pasca trabekulektomi dengan MMC pada pasien primary open- angle glaucoma (POAG). Metode: Penelitian kohort prospektif dilakukan pada 36 mata pasien POAG yang menjalani trabekulektomi dengan MMC, terdiri atas 18 mata kelompok steroid topikal dan 18 mata kelompok OAINS topikal. Evaluasi dilakukan hingga 3 bulan pascaoperasi. Parameter yang dinilai meliputi inflamasi, kualitas bleb, morfologi bleb menggunakan anterior segment optical coherence tomography (OCT), TIO, kebutuhan medikasi tambahan, dan tindakan tambahan. Hasil: Tidak ditemukan perbedaan bermakna antara kelompok steroid dan OAINS dalam mengontrol inflamasi pascaoperasi selama seluruh periode follow-up (p>0,05). Proporsi functioning bleb hingga bulan ke-3 relatif serupa pada kelompok steroid dan OAINS (p>0,05). Sebagian besar parameter OCT tidak berbeda bermakna, kecuali tebal dinding bleb pada hari ke-28 (p=0,020) x dan tinggi kavitas cairan pada bulan ke-3 (p=0,043) yang lebih tinggi pada kelompok OAINS. Kedua kelompok menunjukkan penurunan TIO yang bermakna dibandingkan praoperasi dan mampu mempertahankan TIO dalam kisaran terkontrol hingga bulan ke-3 tanpa perbedaan bermakna antar kelompok (p>0,05). Kebutuhan medikasi maupun tindakan tambahan juga tidak berbeda bermakna antara kedua kelompok. Kesimpulan: OAINS topikal memiliki efektivitas yang sebanding dengan steroid topikal dalam mengontrol inflamasi, mempertahankan kualitas bleb, mencapai target TIO, serta mengurangi kebutuhan medikasi dan tindakan tambahan pasca trabekulektomi dengan MMC pada pasien POAG.

Item Type: Thesis (Sp)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: Trabekulektomi, Steroid Topikal, OAINS Topikal, Bleb Filtering, Tekanan Intraokular
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Penyakit Mata
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 30 Sep 2026 03:17
Last Modified: 30 Sep 2026 03:17
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58516

Actions (login required)

View Item
View Item