SARI, ARMILA KURNIA (2026) Tindakan Karantina Hewan Pada Kegiatan Impor Burung Kenari (Serinus canaria) dari Malaysia Ke Indonesia di Balai Karantina Hewan, Ikan Dan Tumbuhan (BKHIT) Banten. = Implementation of Animal Quarantine Measures for the Importation of Canary Birds (Serinus canaria) from Malaysia to Indonesia at the Banten Animal, Fish, and Plant Quarantine Office (BKHIT). Sp thesis, Universitas Hasanunddin.
C024242043-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (9MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Burung kenari (Serinus canaria) merupakan komoditas satwa kesayangan internasional yang bernilai ekonomi tinggi. Dalam aktivitas impor, satwa hidup wajib memenuhi persyaratan karantina ketat guna memitigasi risiko imunosupresi akibat stres transportasi serta mencegah masuknya hama dan penyakit hewan karantina. Tujuan: Laporan ini bertujuan menggambarkan prosedur dan manajemen risiko tindakan karantina pada kegiatan impor burung kenari dari Malaysia di Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten. Metode: Kegiatan dilaksanakan melalui observasi, wawancara, dan diskusi dengan dokter hewan karantina serta petugas karantina untuk memperoleh informasi mengenai alur kerja, persyaratan dokumen, dan regulasi hukum yang mendasarinya. Hasil: Media pembawa yang diimpor berupa burung kenari sebanyak 1.100 ekor dari Animal Paradise Zoological (Malaysia) menuju PT. Cendrawasih Global Artha (Bekasi). Hasil pemeriksaan klinis cepat dan kesesuaian dokumen menunjukkan seluruh persyaratan impor, sertifikat kesehatan dari negara asal, serta pelunasan PNBP telah lengkap dan sesuai, sehingga diterbitkan Sertifikat Pelepasan Karantina Hewan (Form KH-14). Kesimpulan: Rangkaian tindakan karantina terhadap impor burung kenari telah dilaksanakan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 dan media pembawa dinyatakan memenuhi persyaratan. The Atlantic canary (Serinus canaria) is an international pet commodity of high economic value. In import activities, live animals must meet strict quarantine requirements to mitigate the risk of immunosuppression caused by transportation stress and to prevent the entry of quarantine animal pests and diseases. This report aims to describe the procedures and risk management of quarantine measures in the importation of canaries from Malaysia at the Banten Animal, Fish, and Plant Quarantine Station. The activities were carried out through observations, interviews, and discussions with quarantine veterinarians and officers to obtain information regarding the workflow, document requirements, and the underlying legal regulations. The carriers imported consisted of 1,100 canaries from Animal Paradise Zoological (Malaysia) to PT. Cendrawasih Global Artha (Bekasi). The results of the rapid clinical examination and document conformity assessment showed that all import requirements, health certificates from the country of origin, and non-tax state revenue (PNBP) payments were complete and compliant, resulting in the issuance of the Animal Quarantine Release Certificate (Form KH-14). In conclusion, the series of quarantine measures for the canary imports was conducted in accordance with the provisions of Law Number 21 of 2019, and the carriers were declared to have met all requirements.
| Item Type: | Thesis (Sp) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Banten, Burung Kenari, Impor, Karantina, Tempat Pemasukan |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Profesi Dokter Hewan |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 30 Sep 2026 02:22 |
| Last Modified: | 30 Sep 2026 02:22 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58502 |
