Analisis dan Simulasi Pemberian Air Irigasi pada Pertumbuhan Jagung


SULTAN, ANDI AINUN AZZAHRA (2026) Analisis dan Simulasi Pemberian Air Irigasi pada Pertumbuhan Jagung. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of G011221091-EzO1aV0IQFw2xm7R-20260702130920.pdf] Text
G011221091-EzO1aV0IQFw2xm7R-20260702130920.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Produktivitas jagung sangat dipengaruhi oleh ketersediaan air, terutama pada fase pertumbuhan kritis seperti pembungaan dan pengisian biji. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan berbasis model simulasi untuk menentukan kebutuhan air dan volume irigasi yang optimal sesuai kondisi lingkungan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan air tanaman jagung serta mensimulasikan berbagai skenario pemberian air irigasi menggunakan model Decision Support System for Agrotechnology Transfer (DSSAT) pada dua kondisi agroklimat yang berbeda. Metode. Penelitian dilaksanakan pada Juni hingga Desember 2025 menggunakan data kalibrasi dari BRMP Tanaman Serealia Maros tahun 2024 serta data validasi dari BRMP Tanaman Serealia Maros dan lahan pertanian Bulu Ballea Malino tahun 2025. Penelitian dilakukan melalui tahapan kalibrasi, validasi, dan simulasi model DSSAT menggunakan data iklim, tanah, dan manajemen tanaman. Validasi model dilakukan dengan membandingkan hasil simulasi dan data observasi menggunakan parameter anthesis day dan yield at harvest maturity (HWAM), kemudian dievaluasi menggunakan RMSEn, PBIAS, dan MAPE. Simulasi dilakukan pada empat skenario irigasi, yaitu irigasi terjadwal, irigasi optimal 100%, irigasi defisit 50%, dan tanpa irigasi. Hasil. Hasil validasi menunjukkan nilai RMSEn sebesar 13,6% pada anthesis day dan 7,2% pada HWAM, nilai PBIAS sebesar 9,6% dan 5,1%, serta nilai MAPE sebesar 4,8% dan 2,5%, yang menunjukkan bahwa model memiliki tingkat akurasi yang baik. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada lokasi Maros, perlakuan irigasi optimal 100% menghasilkan produktivitas tertinggi sebesar 5683 kg/ha disertai biomassa vegetatif tertinggi. Sedangkan pada lokasi Malino, perlakuan irigasi terjadwal menghasilkan produktivitas tertinggi sebesar 6502 kg/ha dengan biomassa vegetatif tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Kesimpulan. Berdasarkan hasil tersebut, model DSSAT dapat digunakan untuk mensimulasikan kebutuhan air dan menentukan pengelolaan irigasi yang lebih optimal sesuai kondisi agroklimat lokasi penelitian.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Pertanian > Agroteknologi
Depositing User: Unnamed user with username Masnah
Date Deposited: 28 Sep 2026 02:44
Last Modified: 28 Sep 2026 02:44
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58499

Actions (login required)

View Item
View Item