Simulasi Waktu Tanam terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung (Zea mays L.) pada Ketinggian yang Berbeda


ANANDA, A. FARADEWI PUTRI (2026) Simulasi Waktu Tanam terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung (Zea mays L.) pada Ketinggian yang Berbeda. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of G011221045-RMrZOACGhnm6kIPy-20260716121812.pdf] Text
G011221045-RMrZOACGhnm6kIPy-20260716121812.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Waktu tanam merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan budidaya jagung karena memengaruhi kesesuaian kondisi lingkungan selama fase pertumbuhan tanaman. Perbedaan kondisi agroklimat akibat variasi ketinggian tempat menyebabkan respons pertumbuhan dan hasil tanaman berbeda meskipun menggunakan varietas dan teknik budidaya yang sama. Model DSSAT dapat digunakan untuk mensimulasikan respons tanaman terhadap berbagai skenario waktu tanam pada kondisi lingkungan yang berbeda. Tujuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pertumbuhan dan produksi tanaman jagung menggunakan model DSSAT pada tiga skenario waktu tanam di Kabupaten Maros dan Kecamatan Tinggimoncong (Malino). Metode. Penelitian dilaksanakan menggunakan DSSAT versi 4.8.5 melalui tahapan pengumpulan data, kalibrasi, validasi, dan simulasi model. Simulasi dilakukan pada tiga waktu tanam di setiap lokasi, yaitu 12 Juni, 22 Juni, dan 2 Juli di Maros serta 16 Juli, 26 Juli, dan 5 Agustus di Malino. Hasil. Hasil validasi menunjukkan model memiliki tingkat akurasi yang baik dengan nilai RMSEn sebesar 5,36% untuk anthesis day dan 8,71% untuk yield at harvest maturity. Hasil simulasi menunjukkan perkembangan fenologi berlangsung lebih cepat di Maros dibandingkan Malino. Produksi tertinggi di Maros diperoleh pada waktu tanam 2 Juli sebesar 6,15 ton ha⁻¹, sedangkan di Malino pada waktu tanam 16 Juli sebesar 6,74 ton ha⁻¹. Biomassa daun, batang, dan akar juga lebih tinggi di Malino dibandingkan Maros. Kesimpulan. Perubahan waktu tanam memberikan respons yang berbeda terhadap pertumbuhan dan produksi jagung pada kedua lokasi. Perbedaan kondisi agroklimat memengaruhi perkembangan fenologi, pembentukan biomassa, dan hasil biji, sehingga DSSAT dapat digunakan sebagai alat pendukung dalam menentukan waktu tanam yang sesuai pada kondisi lingkungan yang berbeda.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Pertanian > Agroteknologi
Depositing User: Unnamed user with username Masnah
Date Deposited: 28 Sep 2026 01:28
Last Modified: 28 Sep 2026 01:28
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58480

Actions (login required)

View Item
View Item