ALJUFRI, LUTFIA AULIAH (2026) Pengaruh Kerapatan Beauveria bassiana sebagai Bioinsektisida terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tiga Varietas Bawang Merah Asal Biji Botani. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
G011211016-LU1WsYuni9I3gpT7-20260715113129.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Penggunaan true shallot seed yang tahan penyakit dapat menjadi alternatif untuk mengatasi keterbatasan benih umbi dan meningkatkan produktivitas. Selain itu, penggunaan Beauveria bassiana sebagai bioinsektisida dengan kerapatan spora tertentu dapat mengendalikan hama sehingga mendukung pertumbuhan dan produksi bawang merah. Tujuan. Untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh kerapatan Beauveria bassiana sebagai bioinsektisida terhadap pertumbuhan dan produksi tiga varietas bawang merah asal biji botani. Metode. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT). Petak utama yaitu tiga varietas dengan tiga taraf yaitu varietas Sanren F1, varietas Merdeka F1, dan varietas Lokananta. Anak petak yaitu kerapatan Beauveria bassiana dengan tiga taraf yaitu kontrol, 104 cfu/mL, dan 108 cfu/mL. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara tiga varietas dan kerapatan Beauveria bassiana terhadap persentase tanaman terserang penyakit terendah (5,00 %), persentase tanaman terserang hama terendah (0,56 %), persentase pembentukan umbi ukuran kecil (69,42 %), persentase pembentukan umbi ukuran besar (23,90 %), produksi umbi per petak (0,48 kg) dan produksi umbi per hektar (6,73 ton/ha). Perlakuan tiga varietas yang memberikan hasil terbaik terdapat pada jumlah daun 40 HST (7,80 helai), persentase tanaman terserang hama terendah (0,56 %), persentase pembentukan umbi ukuran kecil (69,42 %), persentase pembentukan umbi ukuran sedang (46,78 %) dan persentase pembentukan umbi ukuran besar (23,90 %). Kerapatan Beauveria bassiana yang memberikan hasil terbaik terdapat pada kerapatan stomata (62,85 mm2), luas bukaan stomata (161,83 μm2), persentase tanaman terserang hama terendah (0,56 %), produksi umbi per petak (0,48 kg) dan produksi umbi per hektar (6,73 ton/ha). Kesimpulan. Kombinasi perlakuan varietas Sanren F1 dan kerapatan Beauveria bassiana 104 cfu/mL dapat menjadi solusi untuk menghasilkan produksi bawang merah dan tahan akan hama secara optimal.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pertanian > Agroteknologi |
| Depositing User: | Unnamed user with username Masnah |
| Date Deposited: | 25 Sep 2026 06:49 |
| Last Modified: | 25 Sep 2026 06:49 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58471 |
