Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Varietas Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) terhadap Priming Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera L.)


SRIWAHYUNI, SRIWAHYUNI (2026) Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Varietas Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) terhadap Priming Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera L.). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of G011191338-XqQH3w0KNTW47Vlb-20260708213447.pdf] Text
G011191338-XqQH3w0KNTW47Vlb-20260708213447.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

SRIWAHYUNI. Pertumbuhan dan produksi beberapa varietas cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) terhadap priming ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L.) (dibimbing oleh Elkawakib Syam’un dan Muhammad Fuad Anshori). Latar belakang. Kebutuhan cabai rawit yang terus meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk terkadang membuat cabai rawit menjadi langka. Penggunaan varietas bermutu dan perlakuan priming diharapkan dapat meningkatkan produksi dari tanaman cabai rawit. Tujuan. Mengetahui pengaruh pemberian priming ekstrak daun kelor terhadap pertumbuhan dan produksi beberapa varietas cabai rawit. Metode. Penelitian ini berbentuk percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun dengan pola faktorial 2 faktor . Faktor pertama adalah perlakuan varietas yang terdiri dari 4 taraf yaitu: Shypoon, Tampaning, Viral, dan Sigantung. Faktor kedua adalah perlakuan konsentrasi priming ekstrak daun kelor yang terdiri dari 3 taraf yaitu: 0%, 10%, dan 20%. Analisis data menggunakan ANOVA (Analysis of variants) dengan taraf kepercayaan 95% untuk mengetahui pengaruh dari perlakuan, jika berpengaruh nyata maka dilakukan uji lanjut BNJ dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil. Terdapat interaksi antara perlakuan varietas Sigantung dan priming ekstrak daun kelor 20% yang memberikan hasil terbaik pada parameter panjang radikula (8.51 cm) dan panjang plumula (4.91 cm). Perlakuan varietas Sigantung memberikan hasil terbaik pada parameter Panjang Radikula (8.13 cm), panjang plumula (4.82 cm), luas daun (15.47 cm2), bobot buah per tanaman (649.38 gram), panjang buah (5.66 cm), diameter buah (12.37 mm), produksi per plot (5.20 kg), dan produksi per hektar (38.48 ton/ha). Perlakuan priming ekstrak daun kelor 20% memberikan hasil terbaik pada parameter daya berkecambah (95.84%), panjang radikula (7.66 cm), panjang plumula (4.55 cm), bobot buah per tanaman (652.73 gram), diameter buah (11.09 mm), produksi per plot (5.22 kg), dan produksi per hektar (38.68 ton/ha). Kesimpulan. Interaksi perlakuan varietas benih dan konsentrasi priming ekstrak daun kelor terbaik terdapat pada perlakuan varietas Sigantung dengan 20% konsentrasi priming ekstrak daun kelor. Perlakuan varietas benih terbaik terdapat pada varietas Sigantung. Perlakuan konsentrasi priming terbaik terdapat pada perlakuan 20% priming ekstrak daun kelor. Kata kunci: kelor; priming; varietas cabai rawit.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Pertanian > Agroteknologi
Depositing User: Unnamed user with username Masnah
Date Deposited: 25 Sep 2026 06:30
Last Modified: 25 Sep 2026 06:30
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58469

Actions (login required)

View Item
View Item