TINDAKAN KARANTINA PADA KASUS PENYELUNDUPAN BURUNG NURI (LORIUS SP.) DI BALAI BESAR KARANTINA HEWAN, IKAN DAN TUMBUHAN SULAWESI SELATAN = QUARANTINE ACTIONS IN A LORY PARROT (LORIUS SP.) SMUGGLING CASE AT THE SOUTH SULAWESI CENTER FOR ANIMAL, FISH AND PLANT QUARANTINE


AMRIN, AMRIN (2026) TINDAKAN KARANTINA PADA KASUS PENYELUNDUPAN BURUNG NURI (LORIUS SP.) DI BALAI BESAR KARANTINA HEWAN, IKAN DAN TUMBUHAN SULAWESI SELATAN = QUARANTINE ACTIONS IN A LORY PARROT (LORIUS SP.) SMUGGLING CASE AT THE SOUTH SULAWESI CENTER FOR ANIMAL, FISH AND PLANT QUARANTINE. Sp thesis, Universitas Hasanunddin.

[thumbnail of C024242002-fulll.pdf] Text
C024242002-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (14MB)

Abstract (Abstrak)

AMRIN. Tindakan Karantina pada Kasus Penyelundupan Burung Nuri (Lorius sp.) di Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sulawesi Selatan. (dibimbing oleh drh. Muhammad Muflih Nur, M.Si.) Latar Belakang: Burung nuri (Lorius sp.) merupakan satwa liar yang dilindungi dan berpotensi menjadi media pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK). Perdagangan dan penyelundupan satwa liar tanpa melalui prosedur karantina dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit hewan, mengancam kelestarian satwa, serta melanggar ketentuan peraturan perundang- undangan yang berlaku. Tujuan: Laporan ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan tindakan karantina pada kasus penyelundupan burung nuri (Lorius sp.) di Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sulawesi Selatan. Metode: Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi langsung, studi dokumen, serta diskusi dengan petugas karantina terkait proses penanganan media pembawa. Hasil: Media pembawa yang diamankan berupa 2 (dua) ekor burung nuri (Lorius sp.) yang dilalulintaskan menggunakan kapal KM. Gunung Dempo dari Sorong, Papua Barat Daya menuju Makassar, Sulawesi Selatan. Hasil pemeriksaan menunjukkan media pembawa tidak dilengkapi dokumen karantina maupun dokumen perizinan yang dipersyaratkan serta tidak dilaporkan kepada pejabat karantina. Oleh karena itu dilakukan tindakan penahanan dan diberikan kesempatan selama 3 (tiga) hari kepada pemilik untuk melengkapi dokumen. Namun hingga batas waktu yang ditentukan, pemilik tidak memenuhi persyaratan sehingga media pembawa tetap berada dalam pengawasan instalasi karantina dan direncanakan untuk diserahkan kepada BKSDA atau dilakukan pemusnahan sesuai ketentuan yang berlaku. Kesimpulan: Tindakan karantina pada kasus penyelundupan burung nuri (Lorius sp.) telah dilaksanakan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 dan Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2023 melalui penerapan tindakan karantina berbasis risiko. Tindakan tersebut berperan penting dalam mencegah penyebaran HPHK, mendukung perlindungan satwa liar, serta memperkuat pengawasan terhadap peredaran satwa ilegal. AMRIN. Quarantine Actions in a Case of Lory Parrot (Lorius sp.) Smuggling at the South Sulawesi Main Center for Animal, Fish, and Plant Quarantine. (Supervised by drh. Muhammad Muflih Nur, M.Si.) Background: Lory parrots (Lorius sp.) are protected wild animals and may serve as carriers of Quarantine Animal Pests and Diseases (QAPDs). The illegal trade and smuggling of wildlife without undergoing quarantine procedures may increase the risk of animal disease transmission, threaten wildlife conservation, and violate applicable laws and regulations. Objective: This report aimed to describe the implementation of quarantine actions in handling a case of lory parrot (Lorius sp.) smuggling at the South Sulawesi Main Center for Animal, Fish, and Plant Quarantine. Methods: The study was conducted using a descriptive method with a case study approach through direct observation, document review, and discussions with quarantine officers regarding the handling process of the quarantinable commodities. Results: The quarantinable commodities consisted of two lory parrots (Lorius sp.) transported aboard KM Gunung Dempo from Sorong, Southwest Papua, to Makassar, South Sulawesi. Inspection results showed that the commodities were not accompanied by the required quarantine documents or legal permits and had not been reported to the quarantine officers. Therefore, detention measures were imposed, and the owner was given three days to complete the required documentation. However, the owner failed to fulfill these requirements within the specified period. Consequently, the commodities remained under the supervision of the quarantine installation and were planned to be handed over to the Natural Resources Conservation Agency (BKSDA) or euthanized in accordance with the applicable regulations. Conclusion: The quarantine actions implemented in this case of lory parrot (Lorius sp.) smuggling were carried out in accordance with Law Number 21 of 2019 and Government Regulation Number 29 of 2023 through the application of a risk-based quarantine approach. These measures play an important role in preventing the spread of Quarantine Animal Pests and Diseases (QAPDs), supporting wildlife conservation, and strengthening the control of illegal wildlife trafficking.

Item Type: Thesis (Sp)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Burung Nuri, Karantina, Media Burung Nuri, Karantina, Media Pembawa, Penyelundupan Satwa Liar, HPHK.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Profesi Dokter Hewan
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 29 Sep 2026 06:35
Last Modified: 29 Sep 2026 06:35
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58427

Actions (login required)

View Item
View Item