Hubungan Tinggi Badan, Berat Badan, dan Indeks Massa Tubuh dengan Nilai Peak Expiratory Flow Rate pada Anggota Paduan Suara Mahasiswa Universitas Hasanuddin


MALLEA, MARGITA SIBA (2026) Hubungan Tinggi Badan, Berat Badan, dan Indeks Massa Tubuh dengan Nilai Peak Expiratory Flow Rate pada Anggota Paduan Suara Mahasiswa Universitas Hasanuddin. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of R021221043-full.pdf] Text
R021221043-full.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Aktivitas paduan suara dengan teknik pernapasan khusus dapat meningkatkan fungsi paru, namun capaian nilai Peak Expiratory Flow Rate (PEFR) diduga masih dipengaruhi oleh karakteristik fisik individu. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tinggi badan, berat badan, dan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan nilai PEFR pada anggota PSM Unhas. Metode. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan teknik purposive sampling pada 70 responden (35 PSM Unhas dan 35 Non-Paduan Suara). Tinggi badan diukur dengan microtoise, berat badan diukur dengan timbangan digital, sedangkan nilai PEFR diukur dengan alat Peak Flow Meter (PFM). Analisis data dilakukan menggunakan uji univariat, uji normalitas, serta uji bivariat menggunakan uji t tidak berpasangan atau Mann-Whitney untuk perbandingan kelompok, dan uji korelasi Spearman untuk analisis hubungan variabel. Hasil. Tidak terdapat perbedaan signifikan pada karakteristik antropometri kedua kelompok (p > 0,05). Secara deskriptif, median nilai PEFR pada kelompok PSM Unhas cenderung lebih tinggi dengan nilai 390 L/min (320-650 L/min) dibandingkan kelompok Non-Paduan Suara dengan nilai median 360 L/min (230-640 L/min), namun secara statistik perbedaan tersebut tidak signifikan (p > 0,05). Pada kelompok PSM Unhas, tinggi badan menunjukkan hubungan positif yang kuat dan signifikan dengan nilai PEFR (r = 0,620;p = 0,001), sementara berat badan dan IMT tidak memiliki hubungan yang signifikan (p > 0,05). Kesimpulan. Tidak terdapat perbedaan signifikan pada nilai PEFR antara anggota PSM Unhas dan Non-Paduan Suara secara statistik karena tingginya aktivitas fisik pada kelompok kontrol yang memberikan stimulasi serupa terhadap otot pernapasan. Pada anggota PSM Unhas, tinggi badan merupakan faktor utama yang memengaruhi nilai PEFR dibandingkan parameter antropometri lainnya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Keperawatan > Fisioterapi
Depositing User: Unnamed user with username Masnah
Date Deposited: 29 Sep 2026 06:14
Last Modified: 29 Sep 2026 06:14
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58419

Actions (login required)

View Item
View Item