PENGARUH OTAGO EXERCISE PROGRAM TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANJUT USIA DI YAYASAN AMAL BAKTI ABDIE HUFFADZ KOTA MAKASSAR


RIZKINA, DHEA (2026) PENGARUH OTAGO EXERCISE PROGRAM TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANJUT USIA DI YAYASAN AMAL BAKTI ABDIE HUFFADZ KOTA MAKASSAR. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of R021221036-full.pdf] Text
R021221036-full.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

DHEA RIZKINA. PENGARUH OTAGO EXERCISE PROGRAM TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANJUT USIA DI YAYASAN AMAL BAKTI ABDIE HUFFADZ KOTA MAKASSAR (dibimbing oleh Ita Rini, S.Ft., Physio., M.Kes) Latar Belakang. Proses penuaan menyebabkan perubahan fisiologis pada sistem kardiovaskular seperti penurunan elastisitas pembuluh darah dan peningkatan kekakuan arteri yang dapat memengaruhi tekanan darah pada lansia. Pengendalian tekanan darah pada lansia masih didominasi terapi farmakologis, padahal penggunaan obat jangka panjang berisiko menimbulkan efek samping. Otago Exercise Program (OEP) merupakan latihan multikomponen yang berpotensi membantu memperbaiki regulasi tekanan darah melalui aktivitas fisik terstruktur. Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh Otago Exercise Program (OEP) terhadap perubahan tekanan darah pada lansia di Yayasan Amal Bakti Abdie Huffadz Kota Makassar. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian pre-experimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test design. Sampel sebanyak 24 lansia dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran tekanan darah dilakukan menggunakan tensimeter digital sebelum dan sesudah pemberian intervensi OEP satu kali. Intensitas latihan dikontrol menggunakan Skala Borg kategori ringan hingga sedang. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil. Rata-rata tekanan darah sistolik sebelum intervensi sebesar 139,00 ± 16,168 mmHg dan setelah intervensi menjadi 140,33 ± 14,831 mmHg. Rata-rata tekanan darah diastolik sebelum intervensi sebesar 81,42 ± 10,974 mmHg dan setelah intervensi menjadi 80,42 ± 11,643 mmHg. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan tidak terdapat pengaruh yang signifikan pemberian OEP terhadap tekanan darah sistolik (p=0,988) maupun diastolik (p=0,552). Kesimpulan. Tidak terdapat pengaruh yang signifikan pemberian Otago Exercise Program (OEP) terhadap perubahan tekanan darah pada lansia di Yayasan Amal Bakti Abdie Huffadz Kota Makassar. Namun, secara deskriptif terdapat beberapa responden yang mengalami perubahan tekanan darah setelah intervensi. Kata Kunci: Lanjut usia; tekanan darah; Otago Exercise Program; latihan fisik; hipertensi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Keperawatan > Fisioterapi
Depositing User: Unnamed user with username Masnah
Date Deposited: 29 Sep 2026 05:51
Last Modified: 29 Sep 2026 05:51
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58410

Actions (login required)

View Item
View Item