Analisis Gangguan Pendengaran Pada Penderita Sindrom Down


SAPUTRI, RIZKI AMALIAH (2024) Analisis Gangguan Pendengaran Pada Penderita Sindrom Down. Sp thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of C035202007-full.pdf] Text
C035202007-full.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

RIZKI AMALIAH SAPUTRI. Analisis Gangguan Pendengaran pada Penderita Sindrom Down Di Kota Makassar (dibimbing oleh Abdul Kadir, Eka Savitri, Andi Alfian Zainuddin). Sindrom down merupakan kelainan kromosom yang paling sering ditemui, yang ditandai dengan keterlambatan pada perkembangan, kelainan neurologis, masalah penglihatan, dan pendengaran. Pasien dengan sindrom down memiliki berbagai kelainan struktural yang menjadi risiko terjadinya tuli konduktif. Beberapa faktor risiko yang dapat memperberat derajat ketulian bayi sindrom down yaitu berat badan lahir rendah (BBLR), kehamilan prematur, usia ibu saat hamil, riwayat infeksi intrakranial, riwayat icterus, dan kejang. Penelitian ini bertujuan mengetahui adanya gangguan pendengaran pada anak penderita sindrom down dan faktor yang memperberat derajat ketulian anak penderita sindrom down. Jenis penelitian merupakan penelitian cross-sectional study yang dilaksanakan di Kota Makassar sejak bulan Februari - Agustus 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 53 subjek ditemukan usia terbanyak >5 tahun dengan jenis kelamin terbanyak perempuan. Penelitian ini menggunakan timpanometri, otoacoustic emissions (OAE), audiometri nada murni dan auditory steady-state response (ASSR) untuk mengukur derajat ketulian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 45.3% sampel pendengaran normal dan 54.7% mengalami gangguan pendengaran, 22.6% di antaranya mengalami tuli sensorineural Berdasarkan telinga, derajat ketulian telinga kanan 33.41dB dan telinga kiri 34.37dB dengan derajat ketulian telinga kanan terbanyak adalah >25-40dB (ringan) dan telinga kiri >55-70dB (sedang berat). Analisa hasil uji chi square menemukan terdapat hubungan signifikan antara usia kehamilan <39 minggu (p=0.018) dengan OR=3. riwayat infeksi intra kranial (p=0.007) dengan RR-11 dan riwayat ikterus (p=0.011) dengan OR=3. Dapat disimpulkan bahwa, pasien sindrom down dapat mengalami gangguan pendengaran bervariasi berdasarkan derajat ketulian dan jenis gangguan pendengaran. Faktor risiko yang memperberat gangguan pendengaran sindrom down diantaranya adalah usia kehamilan <39 minggu, riwayat infeksi intracranial, dan riwayat ikterus pada anak.

Item Type: Thesis (Sp)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Penyakit THT
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 29 Sep 2026 02:13
Last Modified: 29 Sep 2026 02:13
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58383

Actions (login required)

View Item
View Item