NUMBERI, TOMMY JACK (2026) PENGARUH PEMBERIAN SALMON OVARY MEMBRAN TERHADAP KADAR MALONDIALDEHID, BDNF, DAN IGF-1 PADA MODEL TRAUMATIC BRAIN INJURY TIKUS ALBINO GALUR WISTAR = Effects of Salmon Ovary Membrane Administration on Malondialdehyde, Brain-Derived Neurotrophic Factor, and Insulin-Like Growth Factor-1 Levels in a Wistar Albino Rat Model of Traumatic Brain Injury. Disertasi thesis, Universitas Hasanunddin.
C013231025-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (6MB)
Abstract (Abstrak)
Tommy Jack Numberi Pengaruh Pemberian Salmon Ovary Membrane terhadap Kadar Malondialdehid, BDNF, dan IGF-1 pada Model Traumatic Brain Injury Tikus Albino Galur Wistar (dibimbing oleh Andi Asadul Islam dan Mochammad Hatta) Latar Belakang: Cedera otak traumatik (Traumatic Brain Injury/TBI) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas neurologis yang ditandai oleh cedera primer yang diikuti cedera sekunder berupa stres oksidatif, inflamasi, apoptosis, dan gangguan proses neuroregenerasi. Peningkatan reactive oxygen species (ROS) memicu peroksidasi lipid membran yang ditandai oleh peningkatan kadar malondialdehid (MDA), disertai gangguan regulasi faktor neurotropik seperti Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF) dan Insulin-like Growth Factor-1 (IGF-1). Salmon Ovary Membrane (SOM) merupakan biomaterial laut yang kaya akan asam lemak omega-3, peptida kolagen, asam amino, dan senyawa antioksidan yang diduga memiliki potensi neuroprotektif melalui modulasi lingkungan redoks. Tujuan: Menganalisis pengaruh pemberian Salmon Ovary Membrane terhadap kadar MDA, BDNF, dan IGF-1 pada model tikus albino galur Wistar dengan cedera otak traumatik. Metode: Penelitian eksperimental laboratorik menggunakan rancangan post-test control group pada tikus albino galur Wistar yang diinduksi cedera otak traumatik. Hewan coba dibagi menjadi kelompok TBI + plasebo dan kelompok TBI + SOM. Kadar serum MDA, BDNF, dan IGF-1 diukur secara serial menggunakan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Ekspresi gen IGF-1 dianalisis menggunakan Real-Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR), sedangkan evaluasi histopatologi jaringan otak dilakukan dengan pewarnaan Hematoksilin-Eosin dan pemeriksaan imunohistokimia. Analisis statistik dilakukan untuk membandingkan rerata antar kelompok dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil: Pemberian SOM menurunkan kadar MDA serum secara bermakna dibandingkan kelompok plasebo, menunjukkan penurunan stres oksidatif pada fase akut pasca-TBI. Analisis temporal trend memperlihatkan kecenderungan penurunan MDA yang lebih konsisten pada kelompok SOM selama periode observasi. Kadar BDNF dan IGF-1 serum menunjukkan kecenderungan meningkat, namun tidak seluruh parameter mencapai perbedaan yang bermakna secara statistik. Sebaliknya, pemeriksaan imunohistokimia dan RT-PCR menunjukkan peningkatan ekspresi faktor neurotropik pada jaringan otak yang disertai penurunan edema, apoptosis, dan gliosis. Temuan ini menunjukkan bahwa respons neuroregeneratif pada tingkat jaringan dapat terjadi lebih awal dibandingkan perubahan kadar biomarker dalam sirkulasi sistemik selama fase akut cedera otak traumatik. Kesimpulan: Salmon Ovary Membrane memiliki potensi neuroprotektif pada model cedera otak traumatik melalui penurunan stres oksidatif dan stabilisasi lingkungan redoks yang menciptakan kondisi biologis lebih kondusif bagi proses neuroregenerasi endogen. Efek SOM tampaknya tidak bekerja sebagai penginduksi langsung peningkatan faktor neurotropik, tetapi melalui perbaikan lingkungan mikro jaringan yang mendukung ekspresi BDNF dan IGF-1 serta memperbaiki perubahan histopatologi pada fase akut cedera otak traumatik. Temuan ini mendukung potensi SOM sebagai kandidat terapi adjuvan berbasis biomaterial laut dalam strategi neurorestorasi pasca cedera otak traumatik. Kata kunci: Cedera otak traumatik, Salmon Ovary Membrane, malondialdehid, BDNF, IGF-1, stres oksidatif, neuroregenerasi.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Cedera otak traumatik, Salmon Ovary Membrane, malondialdehid, BDNF, IGF-1, stres oksidatif, neuroregenerasi. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Ilmu Kedokteran |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 29 Sep 2026 01:08 |
| Last Modified: | 29 Sep 2026 01:08 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58344 |
