Penggunaan Laser sebagai Terapi pada Rinosinusitis Kronis: Systematic Review = The Use of Laser as Therapy in Chronic Rhinosinusitis: A Systematic Review


SAHAR, LATHIFAH IRSYADIYAH (2026) Penggunaan Laser sebagai Terapi pada Rinosinusitis Kronis: Systematic Review = The Use of Laser as Therapy in Chronic Rhinosinusitis: A Systematic Review. Skripsi thesis, Universitas Hasanunddin.

[thumbnail of C011221184-fullll.pdf] Text
C011221184-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Rinosinusitis kronis (RSK) adalah kondisi inflamasi mukosa hidung dan sinus paranasal yang berlangsung lebih dari 12 minggu, memengaruhi 5%–12% populasi dunia. Sekitar 20%–30% pasien RSK bersifat refrakter terhadap terapi medis optimal sehingga memerlukan modalitas non-invasif alternatif. Low-level laser therapy (LLLT) atau photobiomodulation therapy (PBMT) bekerja melalui aktivasi fotokimia seluler dengan mekanisme anti-inflamasi, stimulasi penyembuhan jaringan, serta efek antibakteri dan antibiofilm yang relevan secara patofisiologis terhadap RSK. Namun, bukti sistematis yang komprehensif mengenai efektivitasnya masih terbatas. Metode. Tinjauan sistematis dilakukan mengikuti panduan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) 2020. Penelusuran literatur dilakukan pada basis data PubMed/MEDLINE, ScienceDirect, dan Google Scholar. Studi yang diinklusi merupakan penelitian eksperimental atau observasional pada pasien RSK yang didiagnosis secara klinis dan/atau radiologis, serta melaporkan minimal satu luaran klinis. Kualitas metodologis dinilai menggunakan Cochrane RoB 2 dan JBI Critical Appraisal Checklist. Hasil. Dari 1.528 studi yang teridentifikasi, sepuluh studi memenuhi kriteria inklusi dengan total 277 pasien terdaftar dari Amerika Serikat, Iran, Mesir, dan Kanada. Modalitas yang digunakan meliputi LLLT, HILT, NILI, dan aPDT dengan panjang gelombang 650–980 nm. Seluruh studi melaporkan perbaikan bermakna pada minimal satu luaran klinis. Perbaikan subjektif mencakup skor SNOT-22, TSS, PSQI, nyeri kepala, dan kelelahan. Perbaikan objektif meliputi resolusi opasifikasi sinus pada CT scan, penurunan resistensi nasal pada rinomanometri, dan perbaikan skor endoskopi. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan. Kesimpulan. Terapi laser memiliki potensi sebagai terapi adjuvan yang aman pada penatalaksanaan rinosinusitis kronis, dengan perbaikan yang nyata pada luaran subjektif maupun objektif.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: rinosinusitis kronis; terapi laser; low-level laser therapy; photobiomodulation therapy.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 28 Sep 2026 08:00
Last Modified: 28 Sep 2026 08:00
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58330

Actions (login required)

View Item
View Item