Insidens Otitis Eksterna dan Faktor Risiko Otitis Eksterna Maligna pada Penderita Diabetes Melitus di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo dan RSPTN Unhas Periode Januari–Desember 2024 = Incidence of Otitis Externa and Risk Factors of Malignant Otitis Externa in Diabetes Mellitus Patients at RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo and RSPTN Unhas during January–December 2024


HADJU, FARHAN ABDILLAH (2026) Insidens Otitis Eksterna dan Faktor Risiko Otitis Eksterna Maligna pada Penderita Diabetes Melitus di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo dan RSPTN Unhas Periode Januari–Desember 2024 = Incidence of Otitis Externa and Risk Factors of Malignant Otitis Externa in Diabetes Mellitus Patients at RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo and RSPTN Unhas during January–December 2024. Skripsi thesis, Universitas Hasanunddin.

[thumbnail of C011221020-fulll.pdf] Text
C011221020-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang, Otitis eksterna (OE) merupakan kondisi peradangan pada liang telinga luar yang dapat berkembang menjadi otitis eksterna maligna (OEM), suatu infeksi invasif yang mengancam jiwa, terutama pada penderita diabetes melitus (DM). Diabetes melitus diketahui sebagai faktor risiko sistemik paling dominan, ditemukan pada 90–100% kasus OEM, dengan kontrol glikemik yang buruk memperberat keparahan infeksi. Keterbatasan data epidemiologi lokal mendorong penelitian ini, yang bertujuan untuk mengetahui insidens OE dan gambaran faktor risiko OEM pada penderita DM di kedua rumah sakit selama periode Januari–Desember 2024. Metode, Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan data sekunder rekam medis pasien yang terdiagnosis OE (H60) disertai DM (E11). Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel yang diteliti meliputi jenis kelamin, usia, status pengendalian glikemik, faktor risiko OEM, serta gejala klinis. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil, Dari total 3.965 pasien DM, diperoleh 13 pasien OE yang memenuhi kriteria, sehingga insidens OE pada penderita DM sebesar 0,33% atau 3,3 per 1.000 pasien DM. Mayoritas pasien berjenis kelamin perempuan (53,8%) dan berusia lansia ≥60 tahun (53,8%). Sebanyak 10 pasien (76,9%) tergolong DM tidak terkontrol (HbA1c ≥7%), dan 12 pasien (92,3%) memiliki minimal satu faktor risiko OEM. Gejala klinis terbanyak adalah otalgia (76,9%), diikuti otore dan penurunan pendengaran (masing-masing 61,5%), serta pruritus (46,2%). Kesimpulan, Insidens OE pada penderita DM tergolong rendah namun bermakna secara klinis, dengan dominasi pasien perempuan, lansia, dan DM tidak terkontrol. Sebagian besar pasien memiliki faktor risiko OEM, dan otalgia merupakan petunjuk klinis awal yang paling andal. Temuan ini menegaskan pentingnya skrining kesehatan telinga dan pengendalian glikemik pada penderita DM untuk mencegah komplikasi berat berupa OEM.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Otitis Eksterna, Otitis Eksterna Maligna, Diabetes Melitus, HbA1c, Kontrol Glikemik.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 28 Sep 2026 07:15
Last Modified: 28 Sep 2026 07:15
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58317

Actions (login required)

View Item
View Item