DARSANA, I MADE DWI (2026) KARAKTERISTIK PASIEN PSORIASIS VULGARIS DI RS UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR PERIODE SEPTEMBER–DESEMBER 2025 = CHARACTERISTICS OF PSORIASIS VULGARIS PATIENTS AT HASANUDDIN UNIVERSITY HOSPITAL MAKASSAR DURING THE SEPTEMBER–DECEMBER 2025 PERIOD. Skripsi thesis, Universitas Hasanunddin.
C011221016-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
I MADE DWI DARSANA. Karakteristik Pasien Psoriasis Vulgaris di RS Universitas Hasanuddin Makassar Periode September–Desember 2025. Dibimbing oleh Prof. Dr. dr. Anis Irawan Anwar, Sp.D.V.E., Subsp. O.B.K., FINSDV., FAADV. Latar belakang: Psoriasis vulgaris merupakan penyakit inflamasi kronis pada kulit yang dapat menimbulkan keluhan berulang dan membutuhkan penatalaksanaan sesuai karakteristik klinis pasien. Data mengenai karakteristik pasien psoriasis vulgaris di Sulawesi Selatan masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien psoriasis vulgaris serta hubungan usia, jenis kelamin, dan lokasi predileksi dengan jenis terapi di RS Universitas Hasanuddin Makassar periode September–Desember 2025. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik retrospektif menggunakan data sekunder rekam medis pasien psoriasis vulgaris periode September–Desember 2025. Sampel diperoleh dengan metode total sampling dan didapatkan 29 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan pendekatan Fisher-Freeman-Halton Exact Test. Hasil: Selama periode September–Desember 2025 tercatat 207 kunjungan pasien psoriasis vulgaris, dengan 29 pasien yang memenuhi kriteria penelitian. Kelompok usia terbanyak adalah 18–40 tahun sebanyak 19 kasus (65,5%). Jenis kelamin terbanyak adalah perempuan sebanyak 17 kasus (58,6%). Lokasi predileksi terbanyak adalah generalisata sebanyak 19 kasus (65,5%). Jenis terapi terbanyak adalah kombinasi topikal, sistemik, dan fototerapi sebanyak 14 kasus (48,3%). Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara usia dengan jenis terapi (p=0,256), terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin dengan jenis terapi (p=0,007), serta tidak terdapat hubungan signifikan antara jenis terapi dengan masing-masing kategori lokasi predileksi, yaitu generalisata (p=0,848), scalp (p=0,185), trunkus (p=1,000), dan ekstremitas (p=1,000). Kesimpulan: Pasien psoriasis vulgaris paling banyak ditemukan pada kelompok usia 18–40 tahun, berjenis kelamin perempuan, memiliki lokasi predileksi generalisata, dan mendapatkan terapi kombinasi. Jenis kelamin berhubungan signifikan dengan jenis terapi, sedangkan usia dan lokasi predileksi per kategori tidak berhubungan signifikan dengan jenis terapi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | psoriasis vulgaris, usia, jenis kelamin, lokasi predileksi, terapi. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 28 Sep 2026 07:14 |
| Last Modified: | 28 Sep 2026 07:14 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58316 |
