PENERAPAN GUIDED IMMAGERY DALAM MENURUNKAN TINGKAT NYERI DAN MENSTABILKAN HEMODINAMIK INTRAOPERATIF WIDE EKSISI PADA PASIEN KONDILOMA AKUMINATA DENGAN RIWAYAT HIV DI RUANGAN INSTALASI BEDAH SENTRAL RUMAH SAKIT PENDIDIKAN UNIVERSITAS HASANUDDIN = THE APPLICATION OF GUIDED IMMAGERY IN REDUCING PAIN LEVELS AND STABILIZING INTRAOPERATIVE HEMODYNAMIC PARAMETERS DURING WIDE EKSISI IN PATIENTS WITH CONDYLOMA ACUMINATA AND A HISTORY OF HIV AT THE CENTRAL OPERATING THEATRE OF HASANUDDIN UNIVERSITY TEACHING HOSPITA


THENU, IRENE MELINDA (2026) PENERAPAN GUIDED IMMAGERY DALAM MENURUNKAN TINGKAT NYERI DAN MENSTABILKAN HEMODINAMIK INTRAOPERATIF WIDE EKSISI PADA PASIEN KONDILOMA AKUMINATA DENGAN RIWAYAT HIV DI RUANGAN INSTALASI BEDAH SENTRAL RUMAH SAKIT PENDIDIKAN UNIVERSITAS HASANUDDIN = THE APPLICATION OF GUIDED IMMAGERY IN REDUCING PAIN LEVELS AND STABILIZING INTRAOPERATIVE HEMODYNAMIC PARAMETERS DURING WIDE EKSISI IN PATIENTS WITH CONDYLOMA ACUMINATA AND A HISTORY OF HIV AT THE CENTRAL OPERATING THEATRE OF HASANUDDIN UNIVERSITY TEACHING HOSPITA. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of R014242095-fulll.pdf] Text
R014242095-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 23 September 2028.

Download (399kB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Kondiloma Akuminata masih menjadi masalah klinis yang sering dijumpai secara global, dengan prevalensi 0,13%–0,56% dan insidensi 160–289 per 100.000 penduduk pertahun, (You et al., 2025). Di Indonesia, kasus ini menyumbang 5%–19% dari seluruh infeksi menular seksual (Efendi et al., 2022). Termasuk di Makassar, dengan 77 kasus tercatat pada 2018–2021 (Saltika, 2022). Wide Eksisi sebagai tindakan utama menimbulkan manipulasi jaringan sensitif yang dapat menyebabkan nyeri intraoperatif meskipun anestesi lokal diberikan, terutama pada pasien imunokompromais dengan HIV yang rentan terhadap hiperalgesia (Pratama et al., 2023; Lopez et al., 2025). Nyeri ini memicu respons stres fisiologis yang mengganggu stabilitas hemodinamik, sehingga diperlukan pendekatan intervensi keperawatan, termasuk teknik non-farmakologis seperti Guided Immagery, untuk mengurangi persepsi nyeri dan menjaga kestabilan hemodinamik (Cahyani et al., 2022). Tujuan: Menilai efektivitas Guided Immagery dalam menurunkan nyeri (NRS) dan menstabilkan hemodinamik intraoperatif pada pasien Kondiloma Akuminata dengan riwayat HIV. Metode: Penelitian ini merupakan studi kasus deskriptif pada seorang pasien dewasa dengan Kondiloma Akuminata dan riwayat HIV yang menjalani Wide Eksisi di Ruang Instalasi Bedah Sentral. Intervensi Guided Immagery diterapkan secara individual selama prosedur, meliputi instruksi visualisasi mental yang menenangkan dan teknik pernapasan lambat-dalam untuk menurunkan persepsi nyeri dan menstimulasi regulasi sistem saraf otonom. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sesuai respons pasien, sedangkan tekanan darah dan denyut nadi dicatat sebelum, selama, dan setelah intervensi. Data dianalisis secara deskriptif untuk menilai efektivitas Guided Immagery. Hasil: Penerapan Guided Immagery menurunkan nyeri intraoperatif secara bertahap hingga mencapai NRS 4, dengan tekanan darah 136/89 mmHg (MAP 105 mmHg) dan denyut nadi 105 kali/menit, disertai stabilitas parameter hemodinamik lainnya. Kesimpulan: Guided Immagery efektif menurunkan nyeri intraoperatif dan menjaga kestabilan hemodinamik pada pasien Kondiloma Akuminata dengan riwayat HIV, sehingga direkomendasikan sebagai bagian dari intervensi keperawatan multimodal.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Guided Immagery, Nyeri Intraoperatif, Hemodinamik, Kondiloma Akuminata, HIV, Wide Eksisi, NRS.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RT Nursing
Divisions (Program Studi): Fakultas Keperawatan > Profesi Keperawatan
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 28 Sep 2026 06:04
Last Modified: 28 Sep 2026 06:04
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/58289

Actions (login required)

View Item
View Item